Tampilkan postingan dengan label Bola Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Colombia : Vuvuzela Banned From Entering the Stadium


Colombia as host U-20 World Cup ban proponents vuvezela bring into the game during the tournament lasts.

An official with the city of Pereira announced the ban before a match between Ecuador against Costa Rica and Nigeria against Saudi Arabia at Hernan Ramirez Stadium, Saturday (06/08/2011) local time.

In fact, a cop, Gustavo Londono, said the sound issued from the horn of African origin that interfere with the game that makes players berkomunasi difficulties with colleagues while in the field.

Indeed, vuvezela famous in the 2010 World Cup in South Africa and then, re-echoed in this tournament, especially when host matches.

Vuvuzela famous when convening the 2010 World Cup event. The supporters blew loud as a sign of support for his favorite team. However, it sounds like a bunch of bees vuvuzela which actually makes the player difficult to concentrate and become something that is controversial in the 2010 World Cup.

Inevitably, age pegelaran World Cup, many Premier League clubs, especially clubs like Manchester United, Tottenham Hotspur and Chelsea, laranangan issued for his supporters to bring vuvuzelas into the stadium.

Minggu, 31 Juli 2011

Hasil Lengkap Pengundian Grup Kualifikasi Piala Dunia 2011


Pengundian grup babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Brasil, telah selesai dilakukan, di Marina da Gloria, Rio De Janeiro, Sabtu (30/7/2011). Indonesia berada di Grup E bersama dengan Iran, Qatar, dan Bahrain.

Berikut ini adalah hasil lengkapnya.

Zona Asia
Grup A: China, Yordania, Irak, Singapura
Grup B: Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon
Grup C: Jepang, Uzbekistan, Suriah, Korea Utara
Grup D: Australia, Arab Saudi, Oman, Thailand
Grup E: Iran, Qatar, Bahrain, Indonesia

Zona Eropa
Grup A: Kroasia, Serbia, Belgia, Skotlandia, Makedonia, Wales
Grup B: Italia, Denmark, Republik Ceska, Bulgaria, Armenia, Malta.
Grup C: Jerman, Swedia, Republik Irlandia, Austria, Kepulauan Faroe, Kazakhstan.
Grup D: Belanda, Turki, Hongaria, Romania, Estonia, Andorra
Grup E: Norwegia, Slovenia, Swiss, Albania, Siprus, Islandia
Grup F: Portugal, Rusia, Israel, Irlandia Utara, Azerbaijan, Luksemburg
Grup G: Yunani Slowakia, Bosnia-Herzegovina, Lithuania, Latvia, Lichtenstein
Grup H: Inggris, Montenegro, Ukraina, Polandia, Moldova, San Marino
Grup I: Spanyol, Prancis, Belarusia, Georgia, Finlandia

Zona Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (putaran dua atau R2)
Grup A: El Salvador, Suriname, Kepulauan Cayman, Republik Dominika
Grup B: Trinidad dan Tobago, Guyana, Barbados, Bermuda
Grup C: Panama, Dominica, Nikaragua, Bahamas
Grup D: Kanada, St. Kitts dan Nevis, Puerto Rico, St Lucia
Grup E: Grenada, Guatemala, St Vincent dan Grenadines, Belize
Grup F: Haiti, Antigua dan Barbuda, Curacao, Kepulauan Virgin

Zona Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (putaran tiga atau R3)
Grup A: Amerika Serikat, Jamaika, Juara Grup E R2, Juara Grup F R2
Grup B: Meksiko, Costa Rica, Juara Grup A R2, Juara Grup B R2
Grup C: Honduras, Kuba, Juara Grup D R2, Juara Grup C R2

Zona Oceania
Grup A: Vanuatu, New Caledonia, American Samoa/Cook Islands/Samoa atau Tonga, Tahiti
Grup B: Fiji, Selandia Baru, Kepulauan Solomon, Papua Nugini

Zona Afrika
Grup A: Afrika Selatan, Botswana, Republik Afrika Tengah, Somalia atau Ethiopia
Grup B: Tunisia, Kepulauan Cape Verde, Sierra Leone, Equatorial Guinea atau Madagascar
Grup C: Pantai Gading, Maroko, Gambia, Chad atau Tanzania
Grup D: Ghana, Zambia, Sudan, Lesotho atau Burundi
Grup E: Burkina Faso, Gabon, Niger, Sao Tome e Principe atau Congo
Grup F: Nigeria, Malawi, Seychelles atau Kenya, Djibouti atau Namibia
Grup G: Mesir, Guinea, Zimbabwe, Comoros atau Mozambique
Grup H: Aljazair, Mali, Benin, Eritrea atau Rwanda
Grup I: Kamerun, Libya, Guinea-Bissau atau Togo, Swaziland atau Congo DR
Grup J: Senegal, Uganda, Angola, Mauritius atau Liberia

Senin, 25 Juli 2011

Uruguay Juara Copa America 2011

Uruguay berhasil merengkuh gelar Copa America ke-15 mereka.

Gol yang dipersembahkan Diego Forlan dan Luis Suarez membawa Uruguay menang 3-0 atas Paraguay dalam laga final Copa America 2011, Minggu atau Senin (25/7/2011) dini hari WIB.

Uruguay langsung mengancam pada awal babak pertama. Berawal dari tendangan sudut, bola tandukan sang kapten, Diego Lugano, mengarah tepat ke arah gawang. Beruntung bagi Paraguay, kiper Justo Villar masih berhasil membloknya.

Bola muntah sebenarnya mampu disambut oleh Sebastian Coates dengan tandukannya. Namun, bola berhasil dihalau oleh Nestor Ortigoza dengan tangannya. Sayang, wasit tak melihat kejadian tersebut dan membiarkan pertandingan terus berjalan.

Uruguay mampu membuka keungulan pada menit ke-12 lewat aksi Luis Suarez. Ia dengan baik mengelabui satu bek Paraguay sebelum menundukkan Justo Villar. Bola tendangan kerasnya mampu diblok bek Paraguay, tetapi tetap mampu menembus gawang setelah sebelumnya membentur tiang.

Unggul satu gol tak membuat pasukan Oscar Tabarez menyurutkan daya tekan terhadap Paraguay. Malahan, Diego Forlan dkk tampil lebih bersemangat untuk menambah gol.

Forlan hampir saja mencetak gol pada menit ke-32. Menerima umpan terobosan dari tengah, Forlan berhasil berhadapan satu lawan satu dengan Villar. Sayang, tendangannya yang masih terlalu lemah membuat bola dengan mudah diblok oleh kapten Paraguay tersebut.

Paraguay sendiri kerap kesulitan dalam menembus pertahanan Uruguay. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh Uruguay untuk mengembangkan permainan. Mereka terus-menerus memberikan tekanan terhadap pertahanan Paraguay lewat kaki Suarez dan Forlan.

Terus-menerus digempur, pertahanan Paraguay jebol juga. Kali ini, gawang Justo Villar dirobek oleh Forlan dengan kaki kirinya. Ini merupakan gol pertama pemain Atletico Madrid tersebut dalam ajang tersebut.

Gol terjadi akibat kesalahan Nestor Ortigoza yang terlalu lama memegang bola. Dari belakang, Egidio Arevalo Rios merebutnya dan segera memberi assist kepada Forlan. Dengan baik, Forlan melakukan tendangan first time kaki kiri. Bola menggetarkan gawang Paraguay, 2-0.

Pada babak kedua, Paraguay langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-54, Paraguay hampir saja memperkecil kedudukan. Tendangan first time dari Nelson Valdez, yang memanfaatkan umpan dari Ortigoza, sebenarnya sudah tak terjangkau oleh kiper Uruguay, Fernando Muslera. Namun sayang, bola hanya membentur mistar gawang.

Uruguay juga punya peluang emas. Umpan dari pemain pengganti Edison Cavani berhasil disambar oleh Sebastian Eguren pada menit ke-74. Namun, bola yang sempat membentur kaki pemain Paraguay tersebut berhasil diblok dengan gemilang oleh Villar yang sebenarnya sudah hampir salah langkah dalam mengantisipasi datangnya bola.

Uruguay semakin membenamkan Paraguay jelang pertandingan berakhir. Pada menit ke-90, Forlan mencetak gol keduanya setelah menerima umpan sundulan dari Suarez. Setelah lolos dari jebakan off-side, Forlan dengan tenang menundukkan Villar untuk kali kedua.

Kedudukan 3-0 ini pun bertahan hingga akhir laga dan Uruguay berhak mendapatkan trofi Copa America mereka yang ke-15.

Minggu, 17 Juli 2011

Tevez Pupuskan Harapan Argentina

Pertandingan hari Minggu dini hari (17/7/11) WIB di Estanislao Lopez harus dilangsungkan hingga adu penalti setelah selama 120 menit permainan terbuka berlangsung laga tetap berakhir sama kuat.

Uruguay unggul lebih dulu lewat tendangan Diego Perez pada menit ke-5, yang kemudian dikartu merah pada menit ke-38. Argentina berhasil menyamakan pada menit ke-18 lewat sundulan Gonzalo Higuain.

Di babak kedua, meski unggul jumlah pemain, Argentina gagal mencetak gol kemenangan. Adalah kegemilangan kiper Uruguay Fernando Muslera yang menjadi penyebabnya.

Tercatat, Muslera melakukan tiga penyelamatan gemilang di babak kedua. Dua dari tendangan Higuain dan satu dari tendangan bebas Carlos Tevez. Argentina justru kehilangan pemain memasuki penghujung babak kedua setelah Mascherano mendapat kartu kuning kedua dari wasit Carlos Amarilla.

Kegemilangan Muslera berlanjut di waktu tambahan. Sontekan Messi, Higuain serta Zabaleta, ketiganya dari dalam kotak penalti, juga berhasil ia gagalkan.

Muslera pun layak dinobatkan menjadi Man of the Match laga kali ini karena ia pula yang berhasil menepis tendangan Tevez saat adu penalti.

Adu penalti:

Lionel Messi yang berhasil menjadi penendang pertama berhasil menceploskan bola ke sudut kiri bawah gawang Fernando Muslera.

Diego Forlan yang menjadi penendang pertama Uruguay menyamakan kedudukan lewat tendangan kerasnya ke tengah gawang.

Penendang berikutnya, Burdisso untuk Argentina dan Suarez untuk Uruguay sama-sama berhasil menunaikan tugasnya sebagai penendang penalti.

Pada giliran ketiga, tendangan Carlos Tevez yang menjadi algojo berhasil digagalkan Muslera di sudut kanan bawah gawang. Sementara itu, Andres Scotti berhasil menaklukkan kiper Sergio Romero. Uruguay pun unggul 3-2.

Selanjutnya Javier Pastore dari Argentina dan Walter Gargano dari Uruguay juga berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan baik.

Higuain yang menjadi penendang kelima Argentina berhasil melaksanakan tugasnya, namun Caceres juga berhasil melakukan hal yang sama untuk Uruguay, sehingga Uruguay berhak masuk ke semifinal dengan kedudukan saat adu penalti 5-4.

Jumat, 15 Juli 2011

Delapan Besar Copa America

Putaran grup Copa America sudah selesai digulirkan. Sekarang saatnya menatap babak delapan besar. Siapa saja tim yang lolos? Siapa lawan mereka berikutnya? Ini dia daftar lengkapnya..

Tim-tim unggulan macam Argentina dan Brasil sukses lolos dari lubang jarum setelah meraih kemenangan atas lawan-lawannya pada pertandingan terakhir grup.

Sedangkan Cile, Kolombia dan Uruguay ikut melangkah kebabak selanjutnya. Yang mengejutkan adalah lolosnya Venezuela. Tim kuda hitam itu berhasil tidak kalah dalam tiga pertandingan grup, termasuk melawan Brasil.

Akan bertemu dengan siapakan mereka pada babak perempat-final? Inilah daftar lengkapnya..

Kolombia Vs Peru, Minggu (17/7/2011) dini hari.

Argentina Vs Uruguay, Minggu (17/7/2011) pagi hari.

Brasil Vs Paraguay, Senin (18/7/2011) dini hari.

Cile vs Venezuela, Senin (18/7/2011) pagi hari.

Kamis, 30 Juni 2011

Indonesia 132 FIFA

Inggris menggeser Brasil di posisi empat daftar peringkat FIFA walau penampilan mereka belakangan kurang bagus.

Anak asuh Fabio Capello ini hanya bisa masuk perempat final Piala Dunia di Afrika Selatan dan gagal memenangkan dua pertandingan mereka dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2011.

Spanyol tetap berada di puncak diikuti Belanda dan Jerman.

Bagi Inggris ini merupakan posisi tertinggi sejak mereka memegang posisi ini tahun 1997 ketika masuk semifinal Piala Eropa 1996.

Namun demikian Capello dan anak asuhnya mendapat kritik tajam dengan penampilan buruk mereka di Piala Dunia dan hanya mampu bermain 2-2 melawan Swiss di Wembley awal bulan ini.

Capello beralasan penampilan buruk itu karena para pemainnya terlalu lelah.

Spanyol mengumpulkan nilai 1.871 atau 210 angka lebih banyak dari Belanda yang mereka kalahkan di final Piala Dunia tahun lalu.

Untuk Asia, Jepang menduduki peringkat tertinggi dengan berada di posisi 13 dan diikuti Korea Selatan di peringkat 26.

Thailand menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dengan peringkat 123, sementara Indonesia di posisi 132.

Malaysia yang sempat menjadi juara Piala ASEAN berada di tempat 144.

Sistem peringkat FIFA didasarkan pada akumulasi hasil pertandingan, pentingnya pelaksanaan pertandingan, dan kekuatan lawan yang dihadapi.

Jumlah keseluruhan angka merupakan cerminan prestasi tim dalam kurun waktu empat tahun.

Caranya dengan dengan menghitung angka rata-rata yang didapat dalam 12 bulan ditambah angka rata-rata yang didapat tim dalam pertandingan-pertandingan di luar 12 bulan terakhir.

Rabu, 29 Juni 2011

Ferdinand Santap Nasi Goreng

Pemain bertahan Manchester United Rio Ferdinand akhirnya tiba di Jakarta, Selasa (18/6/2011) malam WIB. Sesampainya di Jakarta, ia langsung menyantap nasi goreng.

Kedatangan pemain berkebangsaan Inggris itu ke Jakarta bertujuan untuk melelang beberapa memorabilianya. Rencananya, seluruh hasil penjualan tersebut akan ia sumbangkan bagi Palang Merah Indonesia (PMI).

Dalam acara pelelangan itu, kakak kandung pesepakbola Anton Ferdinand itu juga akan menggelar acara foto bersama dan akan mempertontonkan kehebatannya dalam hal olah vokal. Seperti diketahui, Ferdinand gemar menyanyikan lagu-lagu bergenre rap.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Ferdinand sempat menyatakan sudah tak sabar ingin mencicipi kelezatan masakan Indonesia. Hal itu ia sampaikan melalui status Twitter-nya.

Ketika sampai ke Jakarta, Ferdinand langsung melampiaskan keinginannya tersebut dengan cara menyantap nasi goreng, yang disebutnya sebagai maakan Indonesia terfavorit.

“Apa kabar Indonesia, saya baru sampai di Jakarta. Kini, saya sedang menyantap nasi goreng (makanan Indonesia terfavorit)! Sungguh orang-orang Indonesia sangatlah ramah!” tulisnya dalam akun resminya, Rioferdy5.

Selasa, 28 Juni 2011

Ferdinand Tak Sabar Cicipi Masakan Indonesia

Bek Manchester United Rio Ferdinand mengaku sangat antusias untuk datang ke Jakarta. Dia juga menyatakan tak sabar mencicipi masakan lezat asli Indonesia.

Pemain berkebangsaan Inggris itu rencananya akan mendarat malam nanti WIB (Selasa, 28/6/2011) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Setelahnya, Ferdinand dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers.

Dalam acara itu, Ferdinand akan bersantap malam bersama sekitar 200 orang penggemar undangan dan berfoto bersama. Juga akan dilakukan pelelangan beberapa memorabilia yang hasilnya akan disumbangkan buat Palang Merah Indonesia.

Mantan pemain Leed United itu mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Indonesia. Rasa antusiasmenya tersebut pun ia tuangkan dalam status Twitter-nya.

“Saya tak sabar merasakan lezatnya masakan asli Indonesia,” tulisnya dalam akun resminya, rioferdy5.

Tak hanya berkunjung untuk menggelar acara amal saja, Ferdinand rencananya juga akan mempertontonkan kepiawaiannya dalam hal tarik suara. Seperti diketahui, Ferdy memang terkenal gemar menyanyikan lagu-lagu bergenre rap.

Sabtu, 18 Juni 2011

Donovan-Dempsey Bikin "Pusing"

Dua pemain tim nasional Amerika Serikat, Landon Donovan dan Clint Dempsey, meninggalkan latihan untuk tiga hari dengan seizin pelatih Bob Bradley, untuk menghadiri pernikahan kerabat mereka. Menurut Bradley, ia sebetulnya berat memberi izin.

"Sebagai pelatih, Anda kadang-kadang harus membuat keputusan sulit. Tentu kami juga menghormati pentingnya keluarga bagi pemain. Dalam hal ini, setelah bicara dengan dua pemain itu, ini adalah hari-hari penting untuk mereka dan keluarganya," ujar Bradley.

"Jadi, Anda menempatkan keperluan itu di atas tim dan Anda menyeimbangkan dan membuat keputusan itu," tambahnya.

Keduanya absen dalam latihan persiapan pertandingan perempat final Piala Emas melawan Jamaica, di Stadion Robert F. Kennedy, Minggu (19/6/2011). Sementara Donovan mendapat pergi ke California, Dempsey ke Texas.

Selasa, 14 Juni 2011

Deretan Bintang Afrika Berkumpul Demi Kanu

Deretan bintang-bintang terbaik Afrika berkumpul demi memberi penghormatan kepada legenda Nigeria, Nwankwo Kanu, yang pensiun dari tim nasionalnya.

Sekitar 15.000 fans hadir di Stadion Teslim Balogun, Senin (13/6/2011). Spanduk-spanduk besar bertuliskan "Kanu adalah legenda kami, kami akan selalu mencintaimu", "Siapa yang ingin menjadi Kanu", "Raja Kanu!", terbentang di sekeliling stadion.

Ada dua tim yang yang memberi penghormatan, yakni tim "Teman Kanu" dan "Bintang Elang Super". Tim "Teman Kanu" diisi oleh sahabat-sahat terbaik Kanu seperti Samuel Eto’o, Rigobert Song, Stephane Mbia, Jean Makoun (Kamerun), Benjani (Zimbabwe), Kalilou Fadiga (Senegal), Sulley Muntari, Samuel Kuffour (Ghana), Emmanuel Eboue (Pantai Gading), dan Emmanuel Adebayor (Togo).

Adapun tim "Bintang Elang Super" diisi pemain-pemain terbaik Nigeria dari masa lalu dan sekarang, seperti Finidi George, Uche Okechukwu, Mutiu Adepoju, Ike Shorunmu, Yakubu Aiyegbeni, Peter Rufai, Danny Shittu, Daniel Amokachi, dan Joseph Yobo. Tim "Bintang Elang Super" menang 3-1 di pertandingan itu dengan Kanu yang mencetak gol pembuka.

Seusai laga, Kanu mengungkapkan perasannya. "Pemain akan selalu datang dan pergi. Masaku telah berakhir dan orang lain akan datang setelah diriku. Tapi, mereka harus bekerja keras untuk segalanya karena tidak ada yang bisa berada di puncak dunia terlalu lama," jelas Kanu.

"Menjuarai medali emas di Olimpiade Atlanta 1996 adalah puncak dari karier internasionalku. Tidak ada tim Afrika yang bisa memenangkan medali emas sebelumnya dan kami tidak favorit untuk menang. Tapi, kami terus mengalahkan favorit seperti Argentina dan Brasil untuk menjadi juara," kata Kanu dengan bangga.

Sepanjang kariernya, Kanu pernah menjadi Pemain Terbaik Afrika sebanyak dua kali. Ia juga pernah menjuarai Liga Champions, Piala UEFA, Piala Winners, dan Premier League.

Rabu, 08 Juni 2011

Blatter Rekrut Penyanyi Top Jadi Penasihat FIFA

Presiden Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) Sepp Blatter merangkul penyanyi tenor kondang dari Spanyol Placido Domingo dan bekas pejabat politik dan keamanan Amerika Serikat sebagai penasihatnya.

Blatter menempuh langkah tersebut sebagai bagian dari upaya membersihkan otoritas sepakbola dunia itu dari praktik-praktik korupsi yang belakangan terbongkar dan mencoreng kredibilitas FIFA.

Selan Domingo, Blatter memasukkan sejumlah tokoh ke dalam badan penasihat yang dia sebut sebagai Dewan Kebijaksanaan (Council of Wisdom). Mereka ialah bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger dan mantan Kepala Biro Penyelidik Federal AS (FBI) Louis Freeh, dan legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff.

Blatter yang pecan lalu terpilih kembali sebagai Presiden FIFA yakin bergabungnya tokoh terkenal itu memenuhi tuntutan publik internasional tentang pentingnya pembersihan di tubuh internal badan sepakbola dunia yang sempat diterpa isu tak sedap. Isu tak sedap itu terkait dengan dugaan keterlibatan sejumlah petinggi FIFA dalam suap yang diduga terkait dengan pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

“Orang-orang terhormat itu kurang lebihnya sebagai penasihat. Mereka bukanlah pakar tetapi penasihat. Mereka menjadi semacam Dewan Kebijaksanaan yang bakal tidak disukai jajaran Komite Eksekutif saya (FIFA) karena mereka menganggap merekalah Dewan Kebijaksanaan itu,” kata Blatter dalam wawancara dengan CNN sebagaimana dikutip Sportsmail, Selasa (7/6/2011).

Blatter sempat lupa nama Domingo ketika dia mengatakan, “Saya juga telah mengontak penyanyi Spanyol itu, siapa namanya itu…”

Blatter kemudian melanjutkan, “Placido Domingo akan menjadi bagian (Dewan Kebijaksanaan). Dia senang dan bangga menjadi bagian dari dari itu. Demikian juga Kissinger.”

Di dunia sepakbola, pengalaman Domingo yang kini berusia 70 tahun itu ialah menjadi anggota Trio Tenor bersama Luciano Pavarotti dan Jose Carreras sebelum Piala Dunia Italia 1990.

Sementara itu, Henry Kissinger yang kini berusia 88 tahun disebut-sebut tidak terdeteksi punta rekam jejak yang terkait dengan sepakbola.

Sejauh ini, Blatter tetap membantah tudingan bahwa Qatar telah membeli suara agar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Dia menekankan pihaknya ingin adanya suatu komite untuk menginvestigasi sejumlah tudingan mengenai praktik korupsi yang terjadi di FIFA.

Anggota Komite Eksekutif FIFA Mohamed Bin Hammam dan Jack Warner diduga terlibat kasus suap menyuap dalam pemilihan presiden FIFA dan terkait dengan dugaan adanya skandal pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Bin Hammam yang juga Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mundur dari pencalonan tersebut dan dibekukan dari posisinya di FIFA agar lebih fokus menghadapi penyelidikan kasus dugaan suap yang melibatkannya.

Blatter mengatakan jika Domingo, Kissinger, dan Cruyff tiba-tiba menemukan sesuai yang mencurigakan, dia akan akan membuka kembali investigasi oleh Komite Etik. “Dan biarkanlah mereka mengambil keputusan,” ujar Blatter.

Senin, 30 Mei 2011

Jerman 2 - 1 Uruguay

Mario Gomez dan Andre Schuerrle mencetak gol di babak pertama saat Jerman meraih kemenangan 2-1 atas Uruguay dalam laga persahabatan, Senin (30/5). Kemenangan itu berarti Jerman tidak pernah kalah dari Uruguay dalam kurun delapan dekade.

Laga persahabatan tersebut merupakan ulangan laga penentuan peringkat ketiga di Piala Dunia 2010 dimana Jerman meraih kemenangan 3-2. Uruguay belum pernah mengalahkan Jerman sejak pertemuan pertama antara kedua negara pada 1928. Jerman meraih delapan kemenangan dan imbang dua kali dalam pertemuan kedua negara sejak saat itu.

Gomez membuka keunggulan Jerman pada menit 20 setelah merebut bola dari Diegi Lugano dan melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Uruguay Fernando Muslera. Schuerrle menggandakan kemenangan Jerman pada menit 35. Uruguay memperkecil ketertinggalan melalui gol gelandang Napoli Walter Gargano pada menit 48

Minggu, 29 Mei 2011

Bin Hammam Mundur dari Kandidat Presiden FIFA

Sebuah keputusan mengejutkan diambil Mohamed Bin Hammam menjelang kongres pemilihan presiden FIFA. Dia memutuskan mundur dari bursa pencalonan.

Keputusan tersebut muncul beberapa hari setelah isu suap dalam pemilihan Presiden FIFA muncul. Sang pria asal Qatar itu dituduh menyuap anggota Persatuan Sepakbola Karibia (CFU) senilai 40 ribu dolar AS.

Bin Hammam mencurigai tuduhan itu dimaksudkan untuk menjegal langkahnya dalam bursa pencalonan Presiden FIFA yang rencananya akan berlangsung pada 30 Mei mendatang.

Dia pun meminta kepada Komite Etik FIFA untuk membuka proses penyelidikan etika melibatkan Blatter. Namun sebelum hal itu dilakukan, Hammam ternyata memutuskan untuk mundur.

“Rumor yang berkembang akhir-akhir ini membuat saya sakit hati dan kecewa baik secara profesional maupun personal,” ujarnya seperti dilansir The Sun.

“Saya tak akan meletakkan ambisi pribadi saya di atas martabat dan integritas FIFA.Selain itu, saya yakin pencalonan saya telah menjadi pemicu perdebatan di dalam FIFA dan mengubah agenda utama,"

“Saya tidak ingin nama orang-orang yang saya cintai ikut dilibatkan lebih jauh karena ini (bursa pemilihan presiden FIFA) merupakan kompetisi yang melibatkan dua orang.”

“Pertandingan dan orang-orang yang saya cintai harus menjadi prioritas utama. Untuk itu saya menyatakan diri mundur dari bursa pencalonan Presiden FIFA,” tandasnya.

Sabtu, 21 Mei 2011

Di Canio Tukangi Swindon


Mantan striker West Ham United dan Lazio Paolo Di Canio telah sepakat untuk menjadi manajer baru Swindon. Hal itu diungkapkan klub Divisi II yang baru terdegradasi tersebut, Sabtu (21/5).

Arsitek asal Italia berusia 42 tahun itu akan diperkenalkan sebagai arsitek Swindon pada pekan depan setelah kedua pihak menandatangani kontrak kerja sama.

"Swindon Town FC dengan senang mengumumkan telah mencapai kata sepakat dengan Paolo Di Canio untuk menjadi manajer klub ini. Paolo akan menyelesaikan urusannya di Italia pada pekan ini sebelum bertolak ke Inggris pada Senin (23/5) untuk menyeleseaikan masalah administrasi dengan Swindon," tulis Swindon dalam keterangan resminya.

Casillas: Tak Ada Perbedaan Messi & CR7


Seolah tak ada habisnya membandingkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Setiap individu memiliki penilaian masing-masing, demikian juga dengan Iker Casillas.

Messi dan Ronaldo diklaim sebagai aktor lapangan hijau terhebat saat ini. Tak ada yang perlu diragukan mengenai skill dua pemain ini. Penampilan keduanya kerap mengundang decak kagum.

Sejumlah pemain legenda kerap menyatakan pendapatnya mengenai CR7 dan Messi, meski hasilnya ada yang pro dan kontra. Casillas pun tak mau kalah mengeluarkan opininya.

"Saya pikir keduanya (Messi dan Ronaldo) berada di level yang sama. Mereka memiliki skill dan gaya bermain sendiri," ujar Casillas kepada Marca dalam perayaan ulang tahunnya ke-30.

"Mereka di atas pemain lainnya. Sulit bagi mereka mempertahankan level seperti itu. Bukan sebuah pertanyaan membandingkan mereka karena keduanya memiliki gaya masing-masing," imbuh kapten Real Madrid, seperti dikutip Goal, Sabtu (21/5/2011).

Musim ini CR7 mencetak 39 gol, meski secara oficial disebutkan hanya mencetak 38 gol, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Hugo Sanchez pada musim 1989/90. Sayang, CR7 tak mampu mempersembahkan gelar La Liga dan tersingkir di semifinal Liga Champions.

"Cristiano adalah pemimpin di tim. Mencetak 39 adalah pencapaian luar biasa. Jika saya adlaah dirinya, sangat tidak normal kami tak memenangi trofi. Dia telah menunjukkan dirinya dengan skill luar biasa," beber Casilla.

Rabu, 11 Mei 2011

FIFA Periksa Federasi Sepakbola Malaysia

FIFA mengirimkan tim investigasi ke Kuala Lumpur, Malaysia, pekan depan untuk memeriksa dugaan pengaturan pertandingan tim nasional A Malaysia melawan Zimbabwe. FIFA menemukan bukti bahwa tim Zimbabwe ternyata bukan tim nasional, melainkan skuad sebuah klub.

Meski Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan diperiksa oleh tim antikorupsi FIFA minggu depan, FAM belum mengetahui apa saja yang akan diinvestigasi oleh FIFA.

Sekretaris Jenderal FAM Azzudin Ahmad mengatakan, dia telah menghubungi Kepala Keamanan FIFA Chris Eaton pada Senin (9/5/2011) setelah media massa lokal memberitakan bahwa kepala keamanan FIFA akan berkunjung ke Malaysia untuk menyelidiki dua laga persahabatan internasional antara Malaysia dan Zimbabwe pada 2009.

"Saya belum tahu pasti. Yang saya tahu adalah apa yang saya peroleh dari media massa minggu lalu, tetapi kami belum menerima surat pemberitahuan (dari FIFA)," ujar Ahmad.

"Kami menelepon Eaton kemarin dan dia mengatakan bahwa mereka datang sekitar minggu depan. Dia mengatakan akan mengirimkan surat penjelasan minggu ini," ujar Ahmad.

Ahmad menduga, kunjungan FIFA itu terkait dengan dua pertandingan pada 2009 yang dinyatakan sebagai pertandingan internasional, yang kemudian diketahui bahwa tim Zimbabwe adalah skuad sebuah klub.

Prasangka baik

Ahmad menegaskan, FAM dalam posisi berprasangka baik dengan menerima jadwal pertandingan itu. Ia juga menyangkal tudingan bahwa FAM telah membayarkan sejumlah uang untuk membiayai kedatangan tim Zimbabwe.

"Sepanjang laga melawan Zimbabwe, kami berpikiran bersih. Kami menerima pemberitahuan langsung dari Asosiasi Sepak Bola Zimbabwe," ujar Ahmad.

"Seperti yang Anda ketahui, saat sebuah federasi nasional mengirimkan surat, sungguh sesuatu yang tak pantas untuk meragukan mereka. Ketika mereka berkomitmen mengirimkan skuad internasional, kami tidak akan mempertanyakan," ujar Ahmad.

Presiden FIFA Sepp Blatter pada Senin menyatakan, badan sepak bola dunia akan memberikan donasi 28 juta dollar AS kepada Interpol. Dana bantuan itu untuk meningkatkan kinerja unit antikorupsi di Singapura dalam memerangi pengaturan pertandingan.

Sekretaris Jenderal Interpol Ron Noble mengatakan kepada FIFA di Zurich, Asia merupakan "tempat subur" perjudian dan pengaturan pertandingan.

Mengenai seberapa luas pengaturan pertandingan di Malaysia, Ahmad mengaku, itu sulit menentukannya. Pembicaraan soal pengaturan pertandingan di mana-mana. Namun, tak ada yang mau melapor ke polisi. "Jadi, tak ada yang bisa kami lakukan," katanya.

Rabu, 09 Maret 2011

10 Legenda Sepakbola Dunia

Turnamen Piala Dunia selalu memunculkan pemain-pemain hebat, tapi tidak semua pemain hebat tersebut dapat menjadi legenda. Berikut ini adalah sepuluh pemain hebat yang pantas disebut sebagai legenda sepakbola dan akan terus dikenang sepanjang masa.
1. Pele (Brasil)
Pele pertama kali muncul di Piala Dunia pada tahun 1958 sebagai pemain muda berumur 17 tahun. Dia mencetak gol pertamanya di Piala Dunia ketika bermain melawan Wales di perempat-final, pertandingan keduanya di Piala Dunia. Saat usianya baru menginjak 17 tahun 239 hari, Pele dinobatkan sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Kehebatan Pele semakin terlihat ketika mencetak hattrick di pertandingan semi final melawan Prancis. Sampai sekarang, Piala Dunia 1958 di Swedia dikenang sebagai awal karier sang legenda. Tak berlebihan rasanya jika FIFA sampai menjulukinya sebagai King of Football.
Pernah mencetak delapan gol dalam satu pertandingan pada tahun 1964, Pele juga mencatatkan diri sebagai pemain yang pernah enam kali mencetak lima gol dalam satu pertandingan, 30 kali quattrick, dan tak kurang dari 92 kali hattrick. Sepanjang kariernya, Pele membukukan 1.281 gol dalam 1.363 pertandingan.
2. Diego Armando Maradona (Argentina)
Rasanya tak ada satupun pemain sepakbola selain Maradona yang dipuja layaknya Tuhan. Bagi sebagian besar orang, Maradona merupakan pemain terhebat sepanjang masa dan bukannya Pele,

Barca Singkirkan 10 Pemain Arsenal

Barcelona berhasil membekuk 10 pemain Arsenal dengan skor 3-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (9/3/2011) dini hari WIB. Ini artinya, Barca unggul agregat 4-3 dan berhak lolos ke babak perempat final.
Pertandingan ini berjalan panas dan menegangkan. Arsenal terus mendapat kesialan demi kesialan di laga ini. Baru 18 menit laga berjalan, "The Gunners" harus kehilangan kiper utama, Wojciech Szczesny, yang mendapat cedera jari tangan. Ia kemudian digantikan kiper kedua, Manuel Almunia, yang sudah tak bermain sejak September lalu.

Janji Setia Buffon untuk Juventus

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku tak akan meninggalkan Juventus apa pun alasannya. Fans menjadi alasan kuat Buffon menolak hengkang dari "I Bianconerri".
Ini merupakan jawaban atas rumor yang menyebut dirinya akan hengkang jika Juventus jika tim itu gagal bermain di Liga Champions musim depan. Sebelumnya, Buffon disebut-sebut sebagai calon suksesor kiper Manchester United, Edwin van der Sar, yang akan pensiun akhir musim ini.
"Aku juga mengikuti Juventus ke Seri-B. Fans punya cinta tanpa syarat untukku. Soal masa depan, aku semakin dekat dengan ide untuk bertahan," kata Buffon saat diwawancarai Chi.

Singkirkan Roma, Donetsk ke Perempat Final


Sergei Supinsky Penyerang AS Roma, Marco Borriello, dikawal ketat oleh pemain Shakhtar Donetsk, Dmytro Chygrynskiy, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa atau Rabu (9/3/2011) dini hari WIB. Shakhtar menang 3-0 atau agregat 6-2 dan lolos ke perempat final. 
 
 
 
 
Shakhtar Donetsk mempertahankan eksistensi tim Urkaina di Liga Champions musim ini. Donetsk berhasil menang 3-0 atas AS Roma dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Donbass Arena, Selasa atau Rabu (9/3/2011) dini hari WIB. Donetsk pun berhak melaju ke perempat final setelah unggul agregat 6-2 atas wakil Italia tersebut.

Wajib menang minimal 2-0 membuat Roma tampil ngotot dalam laga ini. Mereka sudah punya peluang saat pertandingan babak pertama baru berjalan enam menit. Beruntung bagi tuan rumah, bola hasil tandukan Marco Borriello masih bisa diselamatkan oleh Dmytro Chigrynskiy.

Tercatat, hingga menit ke-15, Roma sudah melepaskan empat percobaan. Namun, tak satu pun usaha yang berhasil menemui sasaran.

Keasyikan menyerang, Roma lupa akan pertahanan. Donetsk berhasil mencuri gol pada menit ke-18 lewat kaki Tomás Hubschman. Memanfaatkan umpan Willian dari sisi kanan pertahanan Roma, Hubschman menundukkan kiper Doni lewat kaki kanannya.

Roma punya peluang emas menyamakan kedudukan di menit ke-28. Pelanggaran dari Henrikh Mkhitaryan kepada Marco Borriello membuahkan penalti untuk Roma. Sayangnya, Borriello gagal memaksimalkan peluang tersebut. Kiper Donetsk Andriy Pyatov berhasil menebak ke mana arah bola dan menyelamatkan gawangnya.

Petaka Roma makin bertambah pada menit ke-41. Roma harus bermain 10 orang setelah Philippe Mexes mendapat kartu merah (kartu kuning kedua) akibat mengasari Luiz Adriano.

Seakan ingin membayar kegagalannya mencetak gol dari titik putih di babak pertama, Borriello tampil ngotot di babak kedua. Dua peluang ia ciptakan pada menit ke-48 dan 51. Sayang, keduanya masih belum berhasil menembus gawang Pyatov.

Namun, lagi-lagi, justru Donetsk yang mencetak gol pada menit ke-58. Kali ini Willian yang menundukkan Doni setelah memanfaatkan umpan dari Darijo Srna.

Usai gol ini, Roma seakan kehilangan gairah. Tak ada lagi tusukan-tusukan yang membahayakan. Bahkan, Pelatih Roma Vicenzo Montella seakan sudah menyerah saat memasukkan Matteo Brighi menggantikan Mirko Vucinic di menit ke-66.

Donetsk pun semakin memantapkan kemenangan mereka pada menit ke-87. Pemain pengganti, Eduardo, berhasil menjebol gawang Doni lewat tendangan kaki kirinya dari sisi kiri pertahanan Roma. Kedudukan 3-0 pun bertahan hingga akhir pertandingan.

Susunan pemain
Donetsk:
Andriy Pyatov, Yaroslav Rakitskiy, Dmytro Chigrynskiy, Razvan Dinca Rat, Darijo Srna, Henrikh Mkhitaryan (Alex Teixeira 67), Tomás Hubschman, Willian, Douglas Costa (Eduardo 60), Luiz Adriano (Marcelo Moreno 75), Jadson

Roma: Doni, Philippe Mexes, Juan, John Arne Riise, Nicolás Burdisso, David Pizarro, Daniele De Rossi, Mirko Vucinic (Matteo Brighi 66), Rodrigo Taddei (Aleandro Rosi 46), Marco Borriello, Simone Perrotta (Gianluca Caprari 85)
Kompas.com