Si Oval yang Kaya Vitamin C

UKURAN buah kiwi boleh kecil, namun manfaatnya bagi kesehatan sangatlah besar. Hasil sebuah uji praklinis terbaru menyebutkan, buah berbentuk oval ini memiliki kandungan vitamin C yang lima kali lebih efektif diserap oleh tubuh.

Manusia membutuhkan vitamin C sebagai antioksidan sekaligus untuk menjaga kekebalan tubuhnya. Anda yang tinggal di kota besar dan sering bersinggungan dengan polusi, memasukkan unsur antioksidan ke dalam tubuh, tentu tak bisa lagi ditawar agar radikal bebas di dalam tubuh dapat dilawan.

Ya, radikal bebas memang hanya bisa "dilawan" oleh vitamin dan mineral di dalam tubuh kita. Kita tahu, radikal bebas ada di seluruh bagian tubuh manusia. Kalau tidak ditangani," penetrasinya" bisa membuat sel tubuh rusak sehingga tak bisa menjalankan fungsinya secara optimal.

Di sinilah vitamin C akan mulai menjalankan "tugasnya". Ingat, vitamin ini adalah vitamin yang dapat larut di dalam air. Tubuh kita pun sebagian besar terdiri atas air. Dengan begitu, vitamin C bisa terserap, lalu "mengalir" ke seluruh tubuh kita untuk menetralkan radikal bebas yang juga ada di seluruh bagian tubuh.

"Hanya, kadar vitamin di dalam tubuh sangat cepat menurun. Vitamin C mudah hilang dari jaringan tubuh lebih cepat dari yang kita bayangkan, walaupun gejalanya tidak terlihat. Maka itu, penting untuk mengonsumsi buah secara teratur agar kebutuhan akan vitamin C dapat terjaga," kata Dokter Spesialis Gizi Klinik Fiastuti Witjaksono.

Seperti kata Fiastuti, buah merupakan salah satu sumber vitamin C terbesar. Ada banyak jenis buah di dunia ini, salah satunya kiwi yang menurut uji praklinis besutan University of Otago, Selandia Baru, memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi dan bisa terserap ke dalam tubuh lima kali lebih efektif.

Selain itu, kiwi mengandung vitamin C yang dua kali lebih besar daripada jeruk, dan lima kali lebih besar dibandingkan apel.

"Mengonsumsi dua buah kiwi sehari akan mencukupi lebih dari kebutuhan harian vitamin C untuk orang dewasa. Kandungan vitamin C di buah kiwi dua kali lebih tinggi daripada jeruk dengan perbandingan berat (gram) yang sama. Keunggulan lain kiwi adalah kaya asam folat yang bermanfaat bagi ibu yang ingin hamil, juga memiliki glycaemic indeks yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes," sebut Fiastuti.

Pakar gizi klinik dari Universitas Indonesia itu menambahkan, untuk wanita usia 19-30 tahun, kebutuhan akan vitamin C adalah 45 mg per hari.

Sementara, wanita hamil dan menyusui, harus mencukupi kebutuhan vitamin C-nya masing-masing 60 mg dan 85 mg per hari.

"Selain sebagai antioksidan, vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen dan berbagai hormon, serta peningkat sistem imun tubuh untuk mencegah berbagai penyakit," lanjutnya.

Studi yang dilakukan di University of Otago juga mengungkap bahwa ketersediaan alami dan kemanjuran vitamin C dari sumber alami lebih tinggi dibandingkan vitamin C dari suplemen. Sumber alami yang dimaksud tentu saja buah, dalam hal ini yang diuji adalah buah kiwi Zespri Green dan Gold.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition untuk pertama kali pada akhir tahun lalu.

"Tiap tahun Zespri Internasional konsisten mengadakan riset untuk mengembangkan kualitas buah kiwi," kata Marketing Manager Zespri Asia Judy Lee.