Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

Baik Buruknya Minum Kopi


Sebagian orang beranggapan, minum kopi adalah kebiasaan buruk. Pada kondisi tertentu, hal ini bisa dianggap benar. Pada ibu hamil misalnya, mereka harus menghindari konsumsi kafein karena dapat menyebabkan komplikasi pada janin.

Namun di sisi lain, beberapa penelitian mengungkapkan, kopi mempunyai manfaat terapeutik asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Berikut ini adalah manfaat sekaligus efek buruk yang harus Anda ketahui dari minum kopi :

Kebaikan

* Teh, kopi, dan cokelat merupakan sumber kafein alami. Ketiganya mempunyai manfaat dan memberikan banyak nutrisi dan antioksidan.

* Penelitian telah menunjukkan bahwa baik biji kakao utuh dan kopi memiliki kemampuan luar biasa untuk melindung otak. Bukti menunjukkan, masyarakat Amerika Latin yang sering minum kopi giling dari biji kopi utuh memiliki risiko kecil terkena Alzheimer dan penyakit Parkinson.

* Kopi meningkatkan metabolisme hingga 20 persen, menurut penelitian. Bahkan bisa memicu mekanisme peremajaan jaringan otot.

* Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi setara dengan dua cangkir kopi satu jam sebelum olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko nyeri otot hingga 48 persen. Sebelum olahraga, kopi akan merangsang produksi energi dan pembakaran lemak.

* Kafein melakukan pengambilan glutamat yang merupakan penghambatan di otak Anda, sehingga membuat Anda waspada dan siap beraktivitas.

Keburukan

* Kafein yang terisolasi tidak memberi manfaat kesehatan dari biji kopi dan dapat menjadi racun.

* Pengeringan dan pemanggangan biji kopi berdampak negatif pada kesehatan. Anda dapat mendeteksi kualitas kopi dengan mencium aromanya. Kopi yang tidak memiliki aroma baik mungkin sudah basi dan tidak berguna jika dikonsumsi.

* Minum kopi hitam, harus tanpa gula. Penambah gula tidak akan memberikan manfaat justru akan menyebabkan resistensi insulin.

* Kopi merupakan zat pembentuk asam dalam tubuh Anda. Pengasaman yang berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan masalaha pada otot dan tulang, dan meningkatkan risiko terhadap penyakit degeneratif. Jadi, jika Anda minum kopi, pastikan asupan buah dan sayuran mentah yang tinggi untuk melawan keasaman kopi.

* Minum kopi setelah berolahraga adalah tindakan yang salah.

* Sebagian besar kopi yang dihasilkan telah terkontaminasi dengan pestisida. Untuk keamanan, Anda bisa membeli kopi organik yang bebas pestisida.

* Kopi adalah zat kuat, dan dapat mempengaruhi kelenjar adrenal. Jika Anda mengalami penurunan fungsi adrenal, sebaiknya hati-hati untuk minum kopi.

Minggu, 28 Agustus 2011

5 Foods that Make Addiction


So far, we know the dangers of alcohol consumption, drugs, and cigarettes for health because it can cause addiction or dependence effects are difficult to stop. However, have you realized that some kind of food we consume daily can also cause effects addictive?

Here are five types of food are considered the most addictive and can influence you to eat constantly.

1. Chocolate

Many people claim to be lovers of chocolate, but know that you are actually addicted to chocolate? One reason many people feel "addicted" to eat chocolate is because these foods mengadung chemical compounds (theobromine, phenyethylamine, anandamide, and tryptophan) that provides comfort and can mimic the effects of the drug to affect the brain. Chocolate also contains alkaloids (tetrahydro-beta-carbolines) are present in alcoholic beverages.

2. Cheese

Various studies have found the content of opiates (morphine is highly addictive) in processed cheese products. Research has shown that the amount of morphine in the cheese is very small and may not be enough to cause addiction. However, some researchers have expressed their concern about the level of casein (the main protein in cheese), which produces compounds such as morphine or opiates called casomorphins. In addition, the cheese also contains phenylethylamine (a stimulant effect) and is known to have addictive qualities.

3. Sugar

We all know that sugar is bad for health, but, according to many studies, the sugar also can include addictive substances. Studies have suggested, when we consume sugar, chemicals called opioids released by the brain, which cause pleasure. This feeling makes people crave sugar.

A study at Princeton University investigated the effects of sugar addiction in rats. They found, after being given a high-sugar diet, the mice develop symptoms such as shaking and there is a change of chemical compounds in the brain after being given sugar. This study concludes, it is possible for us to rely on sugar.

4. Burgers and processed meat

Many studies have shown, the fat in junk food, like burgers, can actually be addictive. According to Professor David Kessler, former commissioner of the U.S. Food and Drug, a combination of fat, salt, and sugar in junk food can trigger the brain to the "point of happiness" and make us wanting more.

Scientists at the Scripps Research Institute Florida supports this theory by doing a study that suggests that the addictive response in rat brains when eating junk food just like in people who take cocaine or heroin.

5. Coffee

Not a few among us who claim to hard start the day without a cup of coffee. People often joked that they were "addicted" caffeine. The debate over the effects of caffeine is addictive has been going on for years. However, for whatever reason, caffeine is still nicknamed the "cure" the most popular in the world and becomes a staple in the daily routine began.

8 Facts About Acne


Bumps on the surface of the skin due to acne is one of the enemy in appearance. Almost everyone has had made "dizzy" by the act of acne, especially in puberty due to hormonal influences.

Check out the myths about the causes of acne and know the facts thoroughly.

Myth: Because of a dirty face, Fact: Contrary to popular belief many people, it is rarely clean the face is not the cause of acne. Keep in mind acne occurs due to inflammation caused by a blockage.

Wash your face every day can indeed get rid of excess oils, dead skin cells and dust, but the frequency of cleaning that is too often make the condition worse. Keep the oil balance of the skin by washing using a mild soap no more than two times a day.

Myth: Caused fatty foods, Fact: fried potatoes, milk, seafood, chocolate and junk food is often blamed as the trigger acne. Though there is no scientific evidence regarding the relation thereto.

Myth: The use of cosmetics trigger acne, Fact: There are some types of cosmetics that trigger acne due to clog pores. But some cosmetics that are categorized as "non-comedogenic" or "non-acnegenic" a safe choice. Even some products have acne-preventing active substances, eg substances benzoyl peroxide or salicylic acid.

Myth: High dose more quickly eliminate the acne, Fact: Once aware of their skin worsens, we usually immediately added dose of acne medication. Whereas excessive doses can be dangerous and will cause skin irritation, dry and more pimples that arise. If the drugs used do not show results within 6-8 weeks, consult a dermatologist.

Myth: Sexual activity causes acne, Fact: So far there is no scientific evidence that supports the opinion. Sexual activity and hormones expenditures are related to each other but the effects of sexual activity on the production of oil glands do not exist. Hormone levels, among others, influenced by stress and emotion.

Myth: Acne only affects appearance, Fact: Not only the appearance is affected by acne but also psychology. Someone may lose confidence and depressed because of acne is stubborn.

Myth: Pressed accelerate the healing of acne, Fact: This is also a concept that is totally wrong and dangerous. Infection may arise due to the habit squeeze pimples that spread more bacteria. Even acne scars themselves can not be lost.

Myth: Acne is only arise in adolescence, Fact: Adults also can have acne even at age above 40 years are rarely found anymore acne. In the worst case, some people may experience acne throughout their lives.

Jumat, 26 Agustus 2011

Antara Renang, Sepeda dan Lari

Bersepeda, salah satu cara olahraga yang mudah dilakukan

Meningkatkan kebugaran tentu bisa dilakukan tanpa harus menyediakan berbagai peralatan yang aneh-aneh.

Tiga aktivitas olahraga yang bersifat umum, yaitu jogging, berenang, dan bersepeda, merupakan tiga aktivitas olahraga yang jelas bisa meningkatkan kebugaran karena sifatnya adalah olahraga aerobik.

Di antara ketiganya, renang merupakan olahraga yang paling kecil risiko mendapatkan cedera. Kecuali renang yang membutuhkan sarana kolam renang, dua aktivitas lainnya amat mudah dilakukan. Yang jadi kendala adalah mempertahankan kedisiplinan.

Seperti dikemukakan dokter spesialis olahraga Rusbandi Sarpini, "Kedisiplinan selalu menjadi kendala. Padahal, untuk bisa bugar, aktivitas itu harus dilakukan setiap hari," ujarnya.

Untuk berenang, Rusbandi mengatakan, selain meningkatkan kebugaran bagi mereka yang tidak memiliki gangguan fisik, olahraga tersebut juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki hambatan fisik.

"Berenang, selain untuk meningkatkan kebugaran kita, juga bagus bagi penderita asma, nyeri pinggang bawah, atau orang dengan kelainan postur tubuh karena berenang tidak membebani," ujarnya.

Adapun untuk bersepeda, pengajar di Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga ini menegaskan, olahraga bersepeda tetap bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kelainan postur tubuh, seperti skoliosis, bahu tidak segaris, atau kelainan pada kaki dan pinggang.

Dari lingkungan luar, aktivitas bersepeda di kota besar terganggu karena jalanan sudah sedemikian ramai. "Sehingga aktivitas bersepeda tidak bisa konstan karena harus sering berhenti. Namun, bersepeda di jalan raya punya kelebihan, yaitu kita tidak menjadi bosan seperti saat latihan dengan sepeda statis," kata Rusbandi.

Untuk membunuh rasa bosan, bersepeda statis di rumah bisa dilakukan sambil menonton televisi atau mendengarkan musik. "Irama kita mengayuh bisa disesuaikan dengan musik tersebut, jadi tidak bosan," katanya.

Yang paling murah meriah, menurut Rusbandi, adalah jogging. "Jogging bisa dilakukan di sekitar kompleks rumah, muda dan tua bisa melakukannya. Jogging atau jalan kaki bagus dilakukan oleh mereka yang berusia di atas 45 tahun," tambahnya.

Ketika semuanya sudah berjalan baik, aktivitas telah berjalan rutin dan latihan tidak lagi memberatkan kita, yang perlu diingat selanjutnya adalah melakukannya dengan aman, tidak menimbulkan cedera, dan dilakukan secara bertahap.

Selain bertahap, jangan lupa melakukan pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga, juga pendinginan dan peregangan setelahnya.

Tahapan proses yang terjadi pada tubuh kita saat berolahraga, yaitu pada menit-menit pertama kita mendapatkan energi dari cadangan gula darah. Setelah itu sampai 10 menit, kita mendapat energi dari cadangan karbohidrat di otot.

Lebih dari 10 menit sampai 30 menit, energi kita dapatkan dari karbohidrat dan lemak. Setelah lebih dari 30 menit, energi kita dapatkan dari pembakaran cadangan lemak pada tubuh. "Nah, kita bisa mengurangi berat badan jika cadangan lemak kita terbakar," ujarnya. "Tapi setelah olahraga, jangan langsung cari bakso, bisa-bisa kalori yang masuk lebih banyak."

Kamis, 25 Agustus 2011

Manfaat buah "Blackberry"


Buah beri hitam atau disebut juga blackberry atau black raspberry sangat berlimpah, terutama di bagian timur Amerika Utara dan pantai Pasifik, Kepulauan Inggris, serta Eropa Barat. Selain rasanya yang lezat, buah ini juga mengandung banyak nutrisi yang memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Dalam beberapa literatur dikatakan, ekstrak tanaman ini kaya akan anthrocyanin, flavonoid, dan senyawa fenol. Blackberry juga mempunyai kemampuan menyerap radikal oksigen (ORAC) melawan radikal perosokil, superoksida, hidrogen peroksida, radikal hidroksil, dan singlet oksigen.

Berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan blackberry yang dipaparkan oleh sejumlah ahli.

1. Memperkuat daya tahan

Blackberry merupakan makanan yang kaya akan vitamin C (dua kali lebih banyak dibandingkan dengan blueberry). Menurut Ursula Arens, pakar nutrisi senior dari Inggris, vitamin C memiliki fungsi penting dalam tubuh.

"Sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh kita dan untuk kesehatan jantung serta membantu menurunkan tekanan darah. Vitamin C juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain yang dimakan pada saat bersamaan sehingga dapat mengurangi risiko anemia," katanya.

2. Kesehatan pencernaan

Menurut Arens, blackberry adalah salah satu buah yang sangat tinggi serat dibandingkan dengan buah lain. "Serat sangat penting bagi usus agar berfungsi dengan baik dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat, di samping juga meningkatkan kesehatan dengan membantu menurunkan kolesterol," katanya.

3. Sembuhkan luka

Blackberry ternyata juga kaya akan senyawa tanin yang berfungsi untuk menyembuhkan luka. Menurut Sarah Wilson, pakar gizi dari Princess Grace Hospital, London, mengoleskan buah beri pada kulit yang terluka akan mengencangkan jaringan sehingga membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi perdarahan.

4. Membantu melawan sel kanker

Blackberry mengandung anthocyanin atau sekelompok pigmen pada tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Beberapa anthocyanin dapat menghambat pertumbuhan sel tumor. Selain itu, beri hitam juga mengandung senyawa kimia C3G, atau biasa dikenal sebagai flavonoid, yang terbukti efektif melawan kanker kulit dan kanker paru-paru.

5. Melindungi mata

Blackberry mengandung lutein yang berfungsi melindungi mata dari pembentukan pigmen makul, yang merupakan daerah paling sensitif terhadap cahaya dan terletak di belakang retina. Lutein membantu mencegah kerusakan mata yang disebabkan oleh radiasi ultraviolet.

6. Pembentukan tulang

Segenggam buah beri hitam memberikan Anda hampir setengah asupan harian mangan yang direkomendasikan. Seperti diketahui, mangan adalah sumber mineral yang paling baik. "Mangan membantu membentuk jaringan ikat tubuh, penting untuk membangun struktur tulang yang kuat," kata Wilson.

7. Meningkatkan pertumbuhan sel

Blackberry mengandung folat, atau biasa dikenal sebagai vitamin B9 atau asam folat, yang memainkan peran penting dalam pembelahan dan pertumbuhan sel sehat. Wanita hamil dianjurkan mengonsumsi buah ini untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat.

Khasiat Bawang Putih Bagi Kesehatan

bawang putih

Bawang putih yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa. Selain biasa digunakan untuk penyedap masakan lauk pauk juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi manusia.

Tanaman yang biasa dijadikan bahan dalam berbagai pengobatan tradisional ini diketahui memiliki lebih dari 100 bahan kimia biologis yang bermanfaat. Bawang putih juga memiliki sifat antibakteri, antivirus, antijamur dan antioksidan.

Nah, berikut beberapa khasiat bawang putih yang melegenda bagi kesehatan :

1. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 600 mg bawang putih setiap hari akan menurunkan kadar kolesterol secara drastis.

2. Kemampuan bawang putih melawan infeksi dan bakteri membuatnya menjadi bahan pengobatan yang efektif untuk mengatasi kutil dan masalah kulit lainnya.

3. Bawang putih juga merupakan afrodisiak yang ampuh karena membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga membantu ereksi.

4. Bawang putih mengatur kadar gula darah dengan meningkatkan pelepasan insulin pada penderita diabetes.

5. Bawang putih memiliki sifat antibakteri dan anestesi sehingga dapat membantu menyembuhkan sakit gigi.

Rabu, 24 Agustus 2011

Peran Air Pada 7 Bagian Tubuh Kita

ilustrasi

Air adalah komponen utama dalam tubuh manusia, bahkan sekitar 55 persen berat tubuh kita adalah air. Tanpa air makhluk hidup tidak mungkin tumbuh dan berkembang karena air sangat vital untuk reaksi kimia tubuh.

Air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya. Untuk mengetahui peran air dalam tubuh kita, simak apa saja pengaruh air pada 7 bagian tubuh berikut ini:

1. Otak Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh baik, kemampuan kita dalam memecahkan masalah juga akan meningkat. Para ilmuwan menyebutkan kekurangan air akan menyebabkan aliran oksigen ke area otak berkurang sehingga sel-sel saraf menyusut sementara. Tak heran jika orang yang kehausan biasanya sulit berkonsentrasi.

2. Mulut

Air akan menjaga tenggorokan dan bibir lebih basah dan menjaga mulut kekeringan. Kondisi mulut yang kering bisa memicu bau mulut dan rasa yang tidak enak, bahkan gigi berlubang.

3. Jantung

Dehidrasi akan menyebabkan penurunan volume darah sehingga jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik ringan seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan.

4. Sirkulasi darah Tubuh mengeluarkan panas dengan cara melebarkan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit sehingga aliran darah lebih cepat dan panas lebih banyak yang dikeluarkan. Bila kita kekurangan cairan, dibutuhkan temperatur lingkungan yang lebih tinggi agar pembuluh darah melebar sehingga kita akan tetap kepanasan.

5. Otot

Bila kecukupan cairan terpenuhi, air di dalam dan luar sel yang berfungsi mengkontraksi otot menyediakan nutrisi yang cukup dan proses pembuangan berlangsung efisien sehingga performa tubuh akan baik. Air juga penting untuk melumaskan sendi. Namun kram otot tidak berkaitan dengan dehidrasi melainkan karena kelelahan otot.

6. Kulit

Jika seseorang menderita dehidrasi berat, kulit menjadi kurang elastis. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering, yang biasanya disebabkan karena zat kimia dalam sabun, air panas atau terpapar udara kering. Sayangnya, minum cukup air tidak akan mencegah keriput.

7. Ginjal

Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring "sampah" dari peredaran darah dan membuangnya melalui urin. Kecukupan cairan juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Dehidrasi berat akan menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga toksin atau racun menumpuk di tubuh.

"Wine" Bisa Melangsingkan?

Wine

Siapa bilang konsumsi wine atau anggur selalu berdampak buruk bagi kesehatan? Para peneliti dari Navarro University Spanyol baru-baru ini mengindikasikan adanya manfaat konsumsi anggur dalam upaya penurunan berat badan.

Selama ini banyak orang beranggapan, konsumsi alkohol justru akan memicu penambahan berat badan karena kandungan kadar gula yang tinggi di dalamnya. Namun hasil kajian para ahli di Navarro University, Spanyol mengungkapkan sebaliknya.

"Konsumsi alkohol terutama wine dengan porsi sedikit hingga moderat akan lebih cenderung untuk memproteksi tubuh dari kemungkinan bertambahnya berat badan,” ungkap peneliti yang melakukan kajian terhadap 31 studi sebelumnya.

Mereka mengatakan, hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko penambahan berat badan hanya akan dialami oleh mereka yang termasuk kategori peminum berat. Semakin sering seseorang mengkonsumsi alkohol, semakin tinggi pula kemungkinannya mengalami kenaikan berat badan.

Sementara itu, sebuah forum internasional yang khusus meneliti mengenai alkohol mendukung temuan ini dengan menyatakan bahwa data yang ada saat ini pun belum jelas mengindikasikan apakah konsumi alkohol secara moderat dapat memicu peningkatkan berat badan.

Sedangkan dr Harvey Finkel dari Boston University berpendapat, mekanisme biologis yang mengaitkan antara konsumsi alkohol dan perubahan berat badan belum sepenuhnya dipahami secara benar.

Finkel dan tim justru menemukan adanya efek perlindungan yang kuat dari konsumsi alkohol secara moderat pada kondisi seperti sindrom metabolik dan diabetes, di mana keduanya berhubungan dengan risiko obesitas.

Beberapa studi bahkan menunjukkan, orang yang mengalami obesitas kemungkinan menghadapi risiko diabetes akan lebih rendah jika mereka termasuk dalam kelompok peminum tingkat moderat.

Peneliti mengatakan, alkohol menyediakan kalori yang cepat diserap ke dalam tubuh dan tidak disimpan dalam lemak. Mereka sepakat bahwa penelitian kedepannya harus diarahkan dengan menilai peran spesifik dari berbagai jenis minuman beralkohol, dengan memperhitungkan pola minum, termasuk kecenderungan kenaikan berat badan.

Menurut peneliti, sekarang ini sudah ada bukti yang menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi alkohol secara teratur dalam jumlah kecil sampai sedang berkaitan dengan meningkatnya resiko obesitas. Namun studi tiga tahun lalu menunjukkan bahwa kandungan resveratrol, senyawa yang hadir dalam anggur (wine) dan anggur merah, justru dapat menghancurkan sel-sel lemak dalam tubuh.

Senin, 22 Agustus 2011

Ilmuwan Temukan Syarat Kesuburan


Tim ilmuwan internasional dari London, Taiwan, Amerika Serikat, dan Hong Kong berkolaborasi melakukan riset tentang fertilisasi. Selama ini telah dipahami bahwa sperma punya kemampuan mengidentifikasi sel telur.

Jika protein pada kepala sperma cocok dengan rangkaian molekul gula pada bagian luar telur, maka sperma dan telur dapat bertemu dan saling mengikat, untuk selanjutnya DNA sperma akan menyatu dengan telur.

Diberitakan The State Column, untuk menemukan dan menelitinya, ilmuwan menggunakan teknologi visualisasi mass-spectrometric yang sangat sensitif. Mereka mengobservasi dan mengdentifikasi molekul yang menjadi syarat agar keduanya bisa saling mengikat.

Ternyata fertilisasi terjadi jika pada sel telur terdapat rangkaian karbohidrat bernama sialyl-lewis-x (SLeX). Karbohidrat yang terdapat pada lapisan luar sel telur ini bersifat lengket, sehingga mempermudah sel telur mengikat sperma.

Selanjutnya, ilmuwan pada riset gabungan ini juga meneliti tentang protein dalam kepala sperma yang dapat mendeteksi keberadaan telur, sehingga proses fertilisasi terjadi dengan mudah

Minggu, 21 Agustus 2011

Tanda-tanda Belum Cukup Minum Air


Kebalikan dari apa yang diyakini selama ini, beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa minum air putih delapan gelas sehari tidak selalu membuat kita lebih sehat. Namun, tidak berarti kita harus minum kurang dari delapan gelas karena delapan gelas pun kadang-kadang tidak cukup untuk menghindari dehidrasi pada kondisi tertentu.

Lalu bagaimana cara memastikan berapa banyak air yang harus kita minum? Apakah hanya minum saat kita merasa haus, ataukah tetap bertahan dengan aturan delapan gelas?

Sebenarnya, kebutuhan cairan pada tiap manusia berbeda, bergantung tingkat aktivitas, cuaca, kondisi lingkungan, bahkan pengobatan yang sedang kita lakukan. Mengetahui bagaimana situasi yang memengaruhi kebutuhan cairan bisa membantu Anda tetap terhidrasi. Tidak ada gunanya juga minum lebih banyak air hanya karena kita diharuskan begitu. Bisa-bisa, Anda malah terganggu karena setiap 10 menit harus ke toilet.

Pada dasarnya, untuk mengetahui apakah sudah cukup minum atau belum, Anda bisa mendengarkan sinyal dari tubuh, seperti rasa haus. Kekurangan cairan dalam kadar ringan bisa dirasakan melalui mulut dan bibir yang kering, mulut seperti bergetah, susah konsentrasi, kelelahan, sakit kepala, atau detak jantung yang meningkat.

Dehidrasi ringan juga bisa dilihat dari warna urin yang gelap dan baunya sangat tajam. Memang ada hal lain yang menyebabkan perubahan urine, seperti obat-obatan, makanan, atau minuman (contohnya asparagus, atau bir). Volume urine yang sangat sedikit sepanjang hari juga sering disebabkan oleh kekurangan cairan.

Kondisi seperti ini jangan diabaikan, apalagi jika Anda mengalami dua atau lebih gejalanya. Meskipun kadarnya ringan, bila sering terjadi, bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti mulas, sembelit, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.

Untuk memulihkan diri dari dehidrasi ringan, minumlah air secara perlahan atau bertahap. Atau, konsumsi jus buah murni sampai rasa hausnya hilang. Anda memang tidak harus bergantung pada air saja untuk mengatasi dehidrasi, tapi juga dari buah atau sayuran. Buah-buahan seperti semangka, stroberi, tomat, seledri, bayam, mentimun, dan brokoli, 90 persennya terdiri atas air. Sementara wortel, jeruk, apel, anggur, dan kentang mengandung sekitar 80 persen air. Sesisir pisang atau dua porsi buah lainnya akan membantu menyimpan kembali mineral yang hilang dari tubuh Anda.

Saat kondisi tubuh sehat, minum delapan gelas air putih tidak akan memberikan pengaruh buruk apa pun. Meskipun demikian, tetaplah mengingat bahwa kebutuhan cairan pada setiap orang bisa berbeda. Minumlah sebanyak Anda mampu, dan perhatikan asupan cairan saat cuaca sedang panas, berolahraga yang berat, atau sakit. Memberi perhatian pada kondisi tubuh bisa membantu Anda menentukan apakah Anda perlu menambah asupan cairan atau tidak.

Susu Lebih Baik Sebagai Pelepas Dahaga?

ilustrasi

Bukan rahasia jika air putih merupakan minuman penghilang dahaga yang baik untuk pencernaan dan mengatur sirkulasi darah. Namun penemuan terbaru menyebutkan, susu lebih baik menghilangkan dahaga daripada air putih.

Para ilmuwan mengklaim, bahwa anak yang haus tidak harus meminum air putih setelah pelajaran PE atau physical education. Tapi sebaliknya, mereka harus memiliki segelas susu.

Para peneliti di McMaster University mengatakan, benda putih seperti susu merupakan cara yang lebih efektif melawan dehidrasi pada anak-anak yang aktif berolahraga. Susu lebih baik menggantikan H20 atau air.

Pemimpin studi Brian Timmons mengatakan, "Anak-anak mengalami dehidrasi selama latihan, dan sangat penting mereka mendapatkan cukup cairan, khususnya sebelum masuk ke babak kedua permainan. Susu lebih baik daripada minuman olahraga atau air putih karena merupakan sumber protein berkualitas tinggi, karbohidrat, kalsium dan elektrolit."

Dia menambahkan, susu menggantikan natrium yang hilang dalam keringat dan membantu tubuh menahan cairan lebih baik. Susu juga menyediakan protein yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk pengembangan otot dan pertumbuhan, di mana hal itu tidak ditemukan dalam minuman lain. Demikian yang dinukil dari Dailymail, Minggu (21/8/2011).

Studi ini melibatkan anak-anak berusia 8 hingga 10 tahun yang berolahraga di ruang beriklim, kemudian menerima minuman dan diukur kadar hidrasinya.

Asisten Profesor Timmons, di Sekolah Kedokteran DeGroote Michael G mengatakan, anak-anak aktif dan orang dewasa biasanya tidak minum cukup untuk tetap terhidrasi selama latihan. Ini berarti mereka sering memiliki masa "hidrasi yang merugikan" ketika mereka mulai periode berikutnya saat latihan.

Dia mengatakan bahwa satu persen dehidrasi dapat menyebabkan penurunan hingga 15 persen dalam kinerja, dengan peningkatan denyut jantung, suhu inti, dan kemampuan yang kurang untuk terus berjalan.

Dehidrasi lebih signifikan datang dengan peningkatan risiko penyakit yang berhubungan dengan kondisi badan yang panas seperti stroke. Namun, penelitian ini didanai oleh Dairy Farmers dari Kanada, yang mungkin atau tidak mungkin memiliki maksud khusus.

Bener Nasi Bikin Gemuk?

nasi putih

Tak sedikit orang yang memilih untuk menghindari nasi karena takut akan menambah berat badan atau membabehayakan kesehtan. Kandungan karbohidratnya ditengarai sebagai alasan untuk dihindari. Tapi, apakah alasan itu memang tepat?

Mari kita lihat lebih dekat apa sebenarnya bahan yang terkandung dalam beras atau nasi. Sebagai contoh berikut penjabaran kandungan gizi dalam 100 gram nasi merah dan nasi putih:

Nasi merah:
1. 77 gram karbohidrat
2. 3,5 gram serat
3. 3 gram lemak
4. 8 gram protein
5. 0,4 miligram thiamin (vitamin B1)
6. 5 miligram niacin
7. 1,5 miligram zat besi
8. 143 mili gram magnesium
9. 223 mili gram kalium

Nasi putih:
1. 80 gram karbohidrat
2. 1 gram serat
3. 0,6 gram lemak
4. 7 gram protein
5. 0,07 mili gram thiamin
6. 1,6 g niacin
7. 0,8 miligram zat besi
8. 25 miligram magnesium

Seperti yang dapat dilihat dari informasi gizi di atas, nasi kaya akan nutrisi sehingga akan bermanfaat besar bagi kesehatan. Nasi tidak menggemukkan jika dimakan dalam porsi sedikit. Bahkan, nasi merupakan sumber vitamin dan mineral.

Di sisi lain, semakin hari konsumsi nasi merah sebagai pengganti nasi putih semakin populer saja. Penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi beras merah memiliki berat badan lebih kecil jika dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi nasi putih.

Adapun sisi negatif dari konsumsi nasi yakni mungkin kadar indeks glikemiknya yang tinggi sehingga meningkatkan tingkat gula darah dalam tubuh. Maka itu, tak mengehrakan bila nasi tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki masalah gula. Selain itu, nasi bila diolah sebagai nasi goreng atau dikombunasikan dengan makanan menggemukkan lainnya pasti akan menambah berat badan sehingga menambah beberapa kilogram pada tubuh Anda.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Bahaya Dibalik Tidur Berlebihan


Kita tahu bahwa sulit tidur atau yang biasa disebut insomnia tidak baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan "lawannya", yakni oversleeping (kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.

Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.

Apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab oversleeping atau hipersomnia?

Sleep apnea, jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.

Narcolepsy, masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.

• Stres dan depresi. Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.

• Kelelahan. Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.

Apa dampak oversleeping bagi kesehatan?

• Diabetes. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

• Obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

• Sakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

• Sakit kepala. Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

• Nyeri punggung. Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

• Kematian. Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).

Apa pilihan pengobatan untuk mengatasi oversleeping?

Tidur yang lama biasanya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika gejala yang muncul menandakan adanya gangguan yang lebih serius. Pada kasus-kasus tersebut, penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu. Masalah terbesar mereka yang punya kebiasaan tidur lama adalah menyesuaikan jadwal harian untuk waktu tidur. Jika tidak memenuhi kuantitas tidur yang dibutuhkan, mereka biasanya akan merasa kesal dan mengalami kelelahan pada keesokan harinya. Mereka juga menghadapi masalah dalam hubungan sosial.

Tips mengatasi oversleeping:

• Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan Anda ke realitas, bahkan dari tidur Anda yang paling dalam.

• Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah Anda terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm Anda.

• Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh Anda teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat Anda bebas dari tenggat pada keesokan harinya.

• Berkonsultasi dengan dokter. Temuilah dokter jika Anda mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan Anda mengalami oversleeping.

Rokok Menthol Lebih Sulit Dihentikan


Mengisap rokok mentol mungkin memberikan sensasi tersendiri bagi para pencandunya. Namun, di balik sensasi itu, efek mentol ternyata berpotensi lebih membahayakan. Pasalnya, menurut studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine, kecanduan rokok mentol lebih sulit dihentikan dibandingkan dengan rokok biasa.

Riset yang dilakukan Cancer Institute of New Jersey dan UMDNJ-School of Public Health ini melihat laju penghentian oleh perokok mentol dan nonmentol. Laju penghentian tersebut kemudian dipecah kembali berdasarkan ras.

Hasilnya, 43 persen ras Hispanik pengisap rokok mentol cenderung tidak berhenti dibandingkan dengan pengisap rokok biasa. Sementara itu, 19 persen warga Amerika keturunan Afrika yang mengisap rokok mentol gagal berhenti merokok. Padahal, 71 persen dari etnik tersebut memilih rokok mentol.

"Bukti ini mendukung bahwa adanya mentol memengaruhi usaha stop merokok. Rencana pelarangan oleh FDA (Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat) masuk akal," ujar peneliti yang melakukan studi. Saat ini, FDA sedang mempelajari berbagai studi yang berkaitan dengan rokok mentol dan akan mengeluarkan proposal beberapa bulan lagi.

Rokok mentol membuat efek sejuk di mulut dan tenggorokan ketika asap diisap. Rokok ini juga menghalangi metabolisme nikotin sehingga senyawa tersebut menetap di darah lebih lama daripada rokok biasa.

Jumat, 19 Agustus 2011

Radiasi Ponsel Bikin Sel Sperma Rusak


Suara dering telepon di saku celana Anda bisa menjadi alarm bahaya bagi sel sperma. Demikian menurut hasil studi yang menemukan bahaya radiasi ponsel pada kualitas sperma.

Beberapa riset telah menunjukkan pria pengguna ponsel memiliki jumlah sperma lebih sedikit, lebih lambat bergerak dan rusak, dibandingkan dengan pria yang tidak memakai ponsel. Namun sebenarnya yang menjadi masalah adalah tempat penyimpanan ponselnya.

Sekitar dua bulan lalu para peneliti dari Afrika Selatan menemukan pria yang membawa ponselnya di pinggul atau di kantong celana bagian depan memiliki sperma yang lebih lambat dalam berenang dan juga lebih sedikit konsentrasinya. Keduanya sangat berpengaruh pada kesuburan seorang pria.

Studi teranyar mengenai efek radiasi dilakukan peneliti dari Turki dengan subyek sel sperma manusia di dalam cawan patri yang diberi paparan radiasi ponsel selama satu jam. Paparan tersebut menyebabkan sperma menjadi abnormal, sehingga kesulitan mencapai sel telur.

"Seharusnya hasil riset ini diwaspadai oleh pria yang masih berada di usia reproduksi dan terbiasa menaruh ponselnya di saku celana," kata Joel Moskowitz, Ph.D, direktur Universitas California, Berkeley Center for Familiy and Community Health.

Penelitian lain yang dilakukan pada tikus percobaan juga memberi hasil mengkhawatirkan. Para peneliti meletakkan tikus-tikus dalam kandang khusus dengan ponsel ditaruh 2 inci dari dasar kandang.

Setelah berdekatan dengan ponsel 6 jam setiap hari selama 18 minggu, para peneliti menemukan penurunan prosentasi sperma hidup 25 persen, dari sebelumnya 70 persen. Selain itu sel sperma tikus-tikus itu juga saling menempel sehingga tidak bisa membuahi sel telur.

Moskowitz mengatakan hasil penelitian ini belum mencapai kesimpulan karena mekanisme radiasi pada perubahan sel sperma belum diketahui.

Salah satu teori menyebutkan ponsel akan memanas ketika digunakan sehingga akan meningkatkan suhu di sekitar organ genital pria ketika disimpan dalam saku celana.

Hipotesis lain menyatakan hal itu berkaitan dengan frekuensi elektromagnetik yang dipancarkan ponsel. Baik sel tubuh atau ponsel memancarkan frekuensi elektromagnetik dan radiasi frekuensi yang tinggi akan diserap tubuh hingga ke jaringan sehingga meningkatkan gerakan molekuler di dalam sel tubuh.

Gemuk Bukan berarti Tak Sehat


Ini adalah kabar baik bagi mereka yang memiliki postur tubuh tambun. Sebuah studi terbaru mengungkapkan, tidak semua orang gemuk harus bekerja keras menurunkan berat badan karena mereka mungkin saja bisa tetap sehat walaupun tubuhnya gemuk.

Penelitian di Kanada mengindikasikan, mereka yang obesitas tetapi tidak memiliki komplikasi (penyakit), dapat hidup lama sama seperti individu yang tak mengalami obesitas. Padahal, obesitas selama ini dikenal sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko pelbagai komplikasi penyakit.

"Ilustrasi ini (hasil penelitian) tak bisa berlaku untuk semua individu yang mengalami obesitas. Kita harus melihat terlebih dulu apakah mereka (yang mengalami obesitas) memiliki faktor risiko tambahan yang mengindikasi buruknya kesehatan untuk menentukan apakah mereka harus mengurangi berat badan atau tidak," ujar Jennifer Kuk, peneliti yang juga asisten profesor di Universitas York-Toronto.

Dalam risetnya, Kuk menganalisa data sekitar 6.000 pasien obesitas yang mengunjungi klinik kesehatan di Dallas dalam kurun waktu antara 1987 hingga 2001. Partisipan diperiksa oleh dokter apakah mengalami komplikasi penyakit dan diwawancara tentang aktivitas fisik, asupan buah dan sayuran, serta upaya pelangsingan.

Hasilnya menunjukkan, pasien yang masuk kategori level 2 atau 3, tercatat 1,6 kali berisiko lebih tinggi meninggal karena beragam penyebab, dan 2 kali lebih tinggu berisiko mati akibat penyakit kardiovaskuler ketimbang individu dengan berat normal.

Akan tetapi, pasien yang masuk kategori 0 atau 1 tidak memiliki perbedaan risiko kematian dibandingkan orang dengan berat normal. Bahkan, mereka yang masuk kategori 0 atau 1 berisiko lebih rendah meninggal akibat penyakit kardiovaskuler dibanding mereka yang beratnya normal.

Mereka yang masuk kategori 0 dan 1 adalah individu yang lebih aktif secara fisik serta lebih sering mengonsumsi buah dan sayuran dibanding pasien kategori 2 dan 3. Pasien kategori 0 atau 1 juga cenderung lebih jarang melibatkan diri dalam progam diet atau pelangsingan.

Menurut Kuk, menjalani progam pelangsingan akan menimbulkan risiko bagi kesehatan apabila tubuh kembali ke bentuk semula atau juga dikenal dengan istilah "diet yo-yo". Fakta juga menunjukkan bahwa diet yo-yo mungkin lebih tidak sehat bagi beberapa pasien obesitas dibandingkan mereka yang mampu mempertahankan berat badannya.

"Kebanyakan dari mereka yang berhasil menurunkan berat badan pada akhirnya kembali gemuk, bahkan kenaikannya bisa lebih besar dibandingkan jumlah yang dihilangkan (berat badan), dan itu berisiko bagi kesehatan," jelas Kuk.

Para peneliti kini sedang mengembangkan sebuah sistem skala yang dapat membantu para dokter untuk menentukan pasien obesitas mana yang akan mendapatkan keuntungan dari program penurunan berat badan.

Sementara itu Dr. Pieter Cohen, asisten profesor medis dari Universitas Harvard dan ahli penyakit dalam di Cambridge Health Alliance menyatakan, bukan hal yang mustahil bagi mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas untuk hidup sehat. Tetapi, ia menilai hasil riset ini masih terlalu dini untuk mencoba menyimpulkan individu mana yang mendapatkan keuntungan dari penurunan berat badan.

"Kalau pun kita identifikasi indiividu mana yang berisiko mengalami komplikasi akibat obesitas, masih belum jelas apakah penurunan berat badan akan mengurangi risiko kematian," ujarnya

Untuk mendapat jawaban lebih jelas, Cohen menyarankan para peneliti memilih secara acak penderita obesitas untuk menurunkan atau menjaga berat badan dan menerapkan gaya hidup sehat. Kemudian dilihat kelompok mana yang mengalami perbaikan dalam hal kualitas kesehatan.

Kuk menegaskan pula bahwa hasil penelitian tak ini menganjurkan kepada yang obesitas untuk bebas menambah berat badan. "Sebaliknya, penelitian ini menunjukkan bahwa mempertahankan berat badan, makan dengan benar, dan berolahraga, dalam jangka panjang, lebih baik daripada mencoba menurunkan berat badan," tandas Kuk.

Kamis, 18 Agustus 2011

"Workhaholic" Rentan Gangguan Lambung

Ilustrasi

Gila kerja memang baik bila ditinjau dari segi produktivitas dan prestasi. Tapi sebaiknya Anda berhati-hati, karena pola kerja seperti ini dapat memicu timbulnya stres dan berdampak pada gangguan sistem pencernaan.

Biasanya para workhaholic bekerja tanpa mengenal waktu. Mereka lebih menomorsatukan pekerjaan. Sedikit saja pekerjaannya mengalami masalah, maka akan timbul rasa cemas yang berlebihan, dan bahkan berakhir dengan stres.

Umumnya gangguan lambung disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Namun rasa cemas yang berlebihan juga merupakan sumber utama penyebab sakit maag. Rasa cemas yang diikuti stres dapat mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengakibatkan gangguan motilitas (gerakan) lambung.

Pada dasarnya sekresi asam lambung dipengaruhi saraf dan hormon. Sistem saraf yang bekerja adalah saraf simpatis dan parasimpatis. Sedangkan hormon yang bekerja adalah hormon gastrin, histamin, somatostasin, serotonin dan glukagon.

Secara teknis rasa cemas akibat pekerjaan menyebabkan saraf simpatis bekerja lebih aktif menstimuli hormon cathecholamin. Alhasil hormon tersebut akan meningkat dan menyebabkan sekresi asam lambung melonjak pula.

Cara penanganannya

Pada kasus di mana stres sebagai penyebab gangguan lambung biasanya akan dilakukan beberapa prosedur diagnosis. Para dokter terlebih dahulu akan mencari tahu riwayat timbulnya penyakit pada si penderita.

Tahap selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Biasanya dokter juga akan melakukan pemeriksaan gastroduodenoskopi dan biopsi yang kemudian dilanjutkan dengan diagnosis banding dengan kasus gangguan lambung akibat sebab lainnya.

Meskipun penyakit maag mudah ditanggulangi bila sudah diketahui penyebabnya. Namun tidak ada salahnya jika Anda mencegahnya sejak dini.

Cara mudah agar terhindar dari penyakit ini adalah dengan memperbaiki pola makan, gaya hidup dan menjauhi stres. Kerjakan semua tugas kantor dengan tenang sehingga Anda jauh dari rasa cemas berlebihan.

Berpikirlah positif, yakin bahwa hasil pekerjaan Anda adalah hasil terbaik yang bisa Anda berikan untuk perusahaan.

Rabu, 17 Agustus 2011

12 Manfaat Mentimun

Mentimun ( Cucumis sativus )

Sebagian besar dari kita mungkin sering mengonsumsi buah mentimun atau ketimun. Buah yang dalam bahasa latin bernama Cucumis sativus ini sering kita jumpai dalam setiap hidangan, terutama lalapan, salad, atau acar.

Mentimun memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga berfungsi menyejukkan.Potongan buah mentimun juga kerap digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nutrisi dan manfaat kesehatan yang terdapat dalam mentimun, mari kita jelajahi area kesehatan apa saja yang didapat dari konsumsi buah yang termasuk suku labu-labuan ini.

1. Perawatan kulit

Mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi; vitamin A, B, dan C; serta mineral, seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika; membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit. Masker wajah yang mengandung sari mentimun digunakan untuk mengencangkan kulit. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.

2. Fungsi pencernaan

Masalah pencernaan, seperti mag, gastritis keasaman, dan bahkan tukak, dapat disembuhkan dengan mengonsumsi jus mentimun segar setiap hari. Kandungan serat makanan dalam mentimun dapat mengusir racun dari sistem pencernaan sehingga memingkatkan proses pencernaan. Bahkan, mengonsumsi mentimun setiap hari dinilai sangat ampuh sebagai obat sembelit.

3. Kesehatan sendi

Dalam mentimun terkandung silika yang dapat mempromosikan kesehatan sendi Anda dengan memperkuat jaringan ikat.

4. Pencernaan protein

Mentimun mengandung enzim erepsin yang membantu dalam pencernaan protein.

5. Tekanan darah

Potasium, magnesium, dan serat yang hadir pada mentimun dapat membantu Anda menjaga tekanan darah tetap normal.

6. Membunuh cacing pita

Biji mentimun dianggap sebagai obat alami untuk mengusir cacing pita di saluran usus. Bahkan, biji mentimun juga dikenal bermanfaat sebagai antiinflamasi serta efektif dalam pengobatan pembengkakan selaput lendir (hidung) dan tenggorokan.

7. Perawatan kuku

Mentimun kaya akan kandungan silika, dapat mencegah pecah dan rusaknya kuku-kuku di jari kaki dan tangan.

8. Atasi encok dan rematik

Jus mentimun diperkaya kandungan vitamin A, B1, B6, C, dan D serta folat, magnesium, dan kalsium ketika dicampur dengan jus wortel dapat membantu pasien yang mengalami nyeri sendi dengan cara menurunkan asam urat.

9. Mengobati sakit gigi dan gusi

Penyakit mulut pada gigi dan gusi, khususnya pyorrhea, dapat diobati secara efektif dengan jus mentimun. Konsumsi mentimun mentah juga dapat meningkatkan air liur serta berfungsi menetralisasi asam dan basa di dalam rongga mulut.

10. Diabetes

Jus mentimun dikenal dapat membantu kesehatan pasien diabetes. Kandungan mineral mangan bermanfaat dalam sintesis insulin alami di dalam tubuh.

11. Perawatan ginjal

Mentimun menunjukkan manfaat dalam membantu meringankan masalah kandung kemih dan ginjal. Air yang terkandung dalam mentimun membantu fungsi ginjal dengan melancarkan proses urinasi. Faktanya, mentimun merupakan diuretik alami terbaik.

12. Suburkan rambut

Mentimun mengandung silika. Jus mentium yang dicampur dengan wortel, bayam, dan selada akan membantu penyuburan rambut. Silika terdapat dalam jaringan ikat di dalam tubuh. Senyawa ini membantu pertumbuhan rambut sehingga jika rajin mengonsumsi makanan mengandung silika, Anda akan memiliki rambut yang bagus dan tulang yang sehat.

Kacamata Murah Ternyata Berbahaya


Sebuah tes laboratorium di Inggris menyebutkan bahwa kacamata hitam yang dibandrol dengan harga murah, dapat menyebabkan penglihatan yang buruk, berbayang (double-vision) dan bahkan sakit kepala.

Seperti dikutip dari dailymail, uji coba produk kacamata yang dilakukan pada hampir sepertiga toko ternama di Inggris, dinyatakan gagal memenuhi standar.

Peneliti untuk kepedulian konsumen ini membeli tiga pasang kacamata hitam dari setiap tujuh toko yang dijadikan sample, yaitu: Asda, Marks & Spencer, New Look, Poundland, Primark, Sainsbury’s dan Tesco.

Semua produk sunglasses yang dites dibeli pada bulan Juli dengan harga 5 poundsterling ke bawah. Singkatnya, semua produk itu dites dengan menggunakan standar Inggris.

Hasilnya setidaknya 15 pasang gagal memenuhi syarat kunci tes laboratorium tersebut. Hanya produk New Look yang dinyatakan ketiganya lulus uji.

Di antara permasalahan yang timbul pada kacamata Tesco dan Sainsbury’s, lensa kacamata tersebut dibuat dengan tingkat yang berbeda. Artinya, antara lensa kiri dan kanan daya tangkap cahayanya berbeda.

Hal ini membuat objek yang dilihat tampak lebih dekat pada si pemakainya, yang tentunya berbeda dengan jarak aslinya.

Sementara pada produk Poundland, sepasang kacamata itu dapat memicu sakit kepala pada si pemakainya atau bisa juga timbul double vision atau pandangan berbayang.

Untuk produk Primark, peneliti menyebut kacamata tersebut dapat menyebabkan mata silinder (astigmatism) karena kornea mata tidak membulat dengan sempurna.

Minggu, 14 Agustus 2011

Rempah-rempah Bermanfaat Untuk Tubuh


Kekayaan rempah-rempah yang melimpah di negara kita sebenarnya bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk masakan, tapi juga kesehatan. Sebuah studi terbaru dalam Journal of Nutrition menunjukkan, campuran rempah-rempah dalam makanan dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

Menurut peneliti, dengan menambahkan kombinasi berbagai macam rempah-rempah seperti, kunyit, kayu manis, bawang putih, dan paprika ke dalam makanan secara signifikan membantu mengurangi tingkat trigliserida dan insulin.

"Antioksidan seperti rempah-rempah mungkin penting dalam mengurangi stres oksidatif dan dengan demikian mengurangi risiko penyakit kronis," kata Sheila West dari Penn State University and colleagues.

Dalam percobaannya, peneliti melibatkan enam pria yang memiliki berat badan berlebih berusia 30 sampai 65 tahun. Pada bagian pertama, secara rutin relawan mengonsumsi ayam santan, nasi putih, roti keju, dan makanan penutup berupa biskuit. Setelah kira-kira seminggu, para relawan tersebut beralih mengonsumsi makanan dengan campuran rempah-rempah. Kemudian menu ayam tersebut diolah menjadi kari ayam, roti isi ramuan herbal dan biskuit dari kayu manis.

Selanjutnya, peneliti mengambil sampel darah peserta sebelum makan dan setiap 30 menit selama hampir empat jam sesudahnya. Mereka menemukan, penambahan rempah-rempah secara signifikan mengurangi respon insulin (21 persen) dan trigliserida (31 persen), meskipun tidak ada efek pada glukosa.

"Ini efek yang signifikan kemungkinan besar karena hasil dari konsentrasi tinggi fenolik antioksidan dalam rempah-rempah," kata peneliti.

Mereka menyimpulkan bahwa memasukkan rempah-rempah ke dalam makanan sehari-hari dapat membantu menormalkan gangguan glukosa sebelum dan sesudah makan dan homeostasis lemak sekaligus meningkatkan pertahanan antioksidan.