Jumat, 11 Maret 2011

PSSI Tetapkan Waktu Kongres, Kandidat Ketum Bermunculan

PSSI akhirnya menetapkan waktu kongres dengan agenda pemilihan ketua umum dan pengurus baru pada 29 April mendatang. Namun, sesuai instruksi dari FIFA, pada Sabtu (26/3) akan dilakukan kongres untuk pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Sekjen PSSI Nugraha Besoes juga mengungkapkan, mulai Sabtu (26/3) penyebaran formulir pendaftaran pengurus dilakukan.


’’Soal waktu sudah kami tetapkan, terutama untuk Kongres PSSI yang dilakukan sebelum 30 April. Tapi untuk tempat pelaksanaan kedua kongres, akan menyusul penetapannya,” kata Nugraha, kemarin.

Menurut Nugraha, pada Kongres PSSI untuk suksesi kepengurusan, federasi sepak bola negeri ini akan mengundang perwakilan AFC dan FIFA. Untuk wakil AFC, mungkin akan segera dirilis namanya. Tapi undangan ke FIFA, menurut Nugraha, masih menunggu.

”Kami akan mengundang perwakilan FIFA serta AFC saat pelaksanaan kongres. Dari AFC, mungkin segera diketahui siapa yang diundang, sebab dekat. Tapi dari FIFA, kami menunggu konfirmasi lebih lanjut,” lanjutnya.

Kepastian pelaksanaan kongres membuat bursa pencalonan ketua umum (ketum) PSSI periode 2011/2015 mulai menghangat kembali. Beberapa nama mulai muncul ke permukaan. Ketua Indonesia Football Watch (IFW) Sumaryoto mengaku siap masuk bursa.

”Saya siap mencalonkan diri sebagai calon ketum PSSI. Kalau mengacu pada syarat administrasi tampaknya bisa. Begitu pendaftaran dibuka, semua persyaratan administrasi akan dimasukkan,” ujar Sumaryoto, kemarin.

Sumaryoto sebelumnya sempat lolos sebagai calon anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI 2011/2015. Namun, mantan ketua bidang organisasi PSSI era Agus Gumelar tersebut akhirnya memutuskan mundur dari bursa pencalonan anggota Exco. Alasannya, ingin bersikap independen.

Sumaryoto melalui IFW waktu itu juga mengusung nama George Toisutta dan Nirwan Bakrie sebagai calon alternatif untuk mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Masuknya Sumaryoto ke dalam bursa mengulang Kongres PSSI pada 2003. Waktu itu dia bersaing dengan Nurdin Halid dan Jacob Nuwawea. Sumaryoto menambahkan, banyak nama calon ketum pasti akan muncul terkait dengan kebijakan FIFA.

”Kami berharap muncul banyak nama calon ketum saat kongres nantinya. Kongres tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mencalonkan diri sebagai ketum,” lanjutnya.

Sebelum Sumaryoto, mantan Manajer PSM Makassar Diza Rasyid Ali sudah lebih dulu menyatakan siap bersaing di bursa pencalonan ketum PSSI. Diza bahkan mengklaim sudah mengantongi banyak dukungan.

”Kami harus bekerja keras untuk bersaing. Dukungan lumayan, tapi tidak bisa disebutkan. Kami takut soliditas itu diganggu. Yang jelas, saya tidak akan mundur sampai ada pemilihan,” tandas Diza.

Nama kandidat lain juga diusung Sriwijaya FC (SFC). Klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut berencana mengusung Presiden SFC Dodi Reza Alex sebagai suksesor Nurdin. Sebelum dianulir Komite Banding Pemilihan, Dodi sempat lolos verifikasi sebagai calon anggota Exco PSSI. (wahyu argia/sindo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar