Tampilkan postingan dengan label Eropa Dalam Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa Dalam Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

Raul Tegaskan Takkan Pindah

Raul Gonzalez

Mantan pangeran Real Madrid, Raul Gonzalez menegaskan akan bertahan di Schalke dan ingin menghormati sisa kontraknya bersama 'The Royal Blues'.

Raul menyatakan ingin tetap berseragam Schalke hingga kontraknya habis musim depan.

Nama Raul santer dihubungkan dengan Malaga dan Blackburn Rovers. Bahkan, Blackburn sudah melemparkan tawaran resmi untuk memboyong Raul.

"Saya akan bertahan di Schalke dan menghormati kontrak hingga 2012. Saya tidak pernah lelah mengucapkan bahwa bermain bersama Schalke membuat saya merasa seperti di rumah sendiri," kata Raul seperti dilansir Goal.

"Saya menanggapi spekulasi mengenai masa depanku di Schalke dengan tenang dan santai. Saya beruntung memiliki keluarga yang hebat. Istri dan anak saya merasa senang tinggal di Jerman dan saya senang bermain di Liga Jerman," tegas Raul.

Rabu, 17 Agustus 2011

Hasil Lengkap Hasil Kualifikasi Liga Champions


Kompetisi Liga Champions zone Eropa saat ini sudah memasuki babak play-off. Hari ini, Rabu (17/8/2011) dinihari WIB, sebanyak sepuluh tim saling bertarung.

Dari Stadion Emirates, pertarungan bigmatch yang mempertemukan tuan rumah Arsenal menghadapi Udinese sukses dimenangkan The Gunners.

The Gunners menang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang The Gunners di pertandingan ini dicetak Theo Walcott pada menit keempat.

Sementara, Lyon memetik modal berharga dengan menundukkan Rubin Kazan dengan skor cukup mencolok 3-1.

Vladamir Dyadyun membuka angka bagi Rubin di menit ketiga. Akan tetapi, Lyon mampu bangkit dan mencetak tiga gol masing-masing melalui Bafetimbi Gomis, gol bunuh diri Solomon Kverkvelia, dan gol Jimmy Briand.

Inilah Hasil Lengkap Play-off Liga Champions:

Arsenal 1 - 0 Udinese

BATE Borisov 1 - 1 Sturm Graz

FC Copenhagen 1 - 3 Viktoria Plzen

FC Twente Enschede 2 - 2 Benfica

Lyon 3 - 1 Rubin Kazan

Sabtu, 18 Juni 2011

Wembley Jadi Tuan Rumah Final UCL 2013

UEFA mengumumkan, final Liga Champions 2013 akan kembali digelar di Stadion London.

Menurut Presiden UEFA Michel Platini, salah satu alasannya adalah karena 2013 merupakan tahun istimewa bagi Federasi Sepak Bola Inggris (FA).

"Selalu ada banyak kandidat untuk final Liga Champions dan kongres, tetapi ini untuk menandai tahun istimewa Federasi Sepak Bola Inggris. Berdiri tahun 1863, Federasi Sepak Bola Inggris adalah asosiasi sepak bola tertua dan pada 2013 akan merayakan ulang tahun ke-150," ujar Platini.

"Mempertimbangkan keistimewaan momen bersejarah dari permainan indah ini, dan fakta bahwa kami juga akan merayakan 150 tahun aturan main sepak bola, kami merasa merupakan tugas kami di UEFA untuk membantu FA merayakan itu dengan cara istimewa."

"Untuk alasan ini, kami telah memutuskan untuk kembali ke Inggris, khususnya Stadion Wembley, markas FA, untuk final Liga Champions 2013. Kami juga akan menggelar Kongres UEFA ke-37 di London, menjelang final Liga Champions 2013," tuturnya.

Wembley merupakan lokasi final 2010-2011, antara Manchester United dan Barcelona. Menurut Soccernet, pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh 87.695 orang.

Sabtu, 11 Juni 2011

Mengapa Messi Ingin Melawan Napoli di LC?

Bintang Barcelona, Lionel Messi berharap klubnya dapat bertemu wakil Italia, Napoli dan bertandang ke Stadion San Paolo di Liga Champions (LC) musim depan.

Selain memiliki kaitan sejarah dengan Argentina, Messi tak sabar untuk berduel dengan sesama kompatriotnya di Argentina, Ezequiel Lavezzi. "Selalu menyenangkan bermain melawan klub yang memiliki sejarah panjang. Dan dengan Ezequiel Lavezzi di dalamnya, tentu pertandingan nanti akan menjadi lebih menarik," ujar Messi seperti dikutip dari Tribal Football.

"Bagi kami para pemain Argentina, Stadion San Paolo di Napoli adalah sesuatu yang mistis," lanjutnya.

Napoli memang akan kembali berlaga di kompetisi elite Eropa, Liga Champions musim depan setelah mampu menduduki posisi 3 klasemen akhir Serie A musim ini. Prestasi Napoli lahir setelah tidur panjang selama hampir dua dekade.

Sebelumnya, Napoli pernah mencapai puncak kejayaan di akhir 1980-an kala meraih gelar juara Serie A selama dua musim dan juara UEFA. Saat itu, Napoli diperkuat oleh legenda hidup Argentina, Diego Maradona. Dan saat ini, pemain Argentina, Ezequiel Lavezzi kembali menjadi elemen penting dalam mengatrol prestasi Napoli musim ini.

Messi pun tidak lupa berpesan kepada Lavezzi cs untuk tidak mudah melakukan kesalahan dalam menjalani kompetisi bergengsi tersebut. "Anda harus bekerja keras di Liga Champions, karena ini adalah turnamen yang sangat kompetitif. Dan Anda tidak boleh membuat kesalahan sedikit pun," pesan Messi.

Kamis, 19 Mei 2011

Porto Rebut Trofi Europa League


Gol tunggal Radamel Falcao ke gawang Sporting Braga berhasil membawa FC Porto menjadi kampiun di Europa League. Ini menjadi gelar kedua bagi Porto di kompetisi yang sama.

Porto berhasil menjadi kampiun di kompetisi kasta kedua Eropa ini pada 2003 silam saat masih dibesut Jose Mourinho. Dan gelar ini menjadi gelar kedua bagi Porto setelah sebelumnya sukses menjuarai Liga Portugal.

Bertanding di Aviva Stadium, Dublin, Kamis 19 Mei 2011, final Europa League tahun ini mempertemukan dua klub asal Portugal. Namun Porto akhirnya mampu keluar sebagai juara lewat kemenangan tipis 1-0.

Porto memang tampak mendominasi jalannya pertandingan. Babak pertama baru berjalan tujuh menit, The Dragon sudah mengancam gawang Braga lewat aksi strikernya Givaldinho Hulk. Sayang tembakan Hulk masih menyamping.

Namun permainan disiplin Braga memang sempat menyulitkan Porto. Namun kesabaran FC Porto membuahkan hasil di menit 44. Falcao berhasil membuat Porto unggul 1-0 lewat tandukan terukurnya memanfaatkan umpan silang Fredy Guarin. Keunggulan Porto bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Braga langsung tampil agresif untuk mengejar ketertinggalan. Bahkan saat pertandingan babak kedua belum genap satu menit, Braga punya peluang emas menyamakan kedudukan. Pemain pengganti Marcio Mossoro tinggal berhadapan dengan kiper FC Porto Da Silva Helton. Sayang Mossoro gagal menaklukkan Helton.

Selepas peluang dari Mossoro itu, memang tak banyak peluang emas yang tercipta. Pada menit 85, gelandang Argentina Fernando Belluschi sempat mengancam gawang Braga. Sayang usaha pemain pengganti Guarin ini gagal memperbesar keunggulan Porto.

Alhasil skor 1-0 untuk kemenangan Porto ini bertahan hingga pertandingan usai. Kemenangan Porto ini juga mencatatkan nama pelatihnya, André Villas-Boas sebagai pelatih termuda yang memenangkan trofi Europa League.

Rabu, 13 April 2011

Pembalasan Sempurna, Ji-sung

Park Ji-sung, Pencetak gol kemenangan M.U atas Chelsea

Gelandang Manchester United, Ryan Giggs, menilai gol yang diciptakan oleh Park Ji-sung ke gawang Chelsea pada menit ke-77 leg kedua perempat final Liga Champions, Selasa (12/4/2011), merupakan balasan yang sempurna bagi Chelsea karena tercipta dalam waktu semenit setelah gol Chelsea, yang sejak menit ke-69 bermain dengan sepuluh orang.

Chelsea tertinggal lebih dulu akibat gol Javier "Chicharito" Hernandez pada menit ke-43. Pada menit ke-69, MU mendapat keuntungan berupa kartu kuning kedua yang diterima Ramires, menyusul pelanggarannya kepada Nani. Namun, bukannya menambah gol, MU malah kecolongan gol balasan Chelsea yang dicetak Didier Drogba pada menit ke-76.

Berkat gol Park, MU menang 2-1 dan terbebas dari ancaman aib gagal menang atas tim yang bermain dengan sepuluh orang. Mengingat pada leg pertama MU menang 1-0, mereka berhak melaju ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi Inter Milan atau Schalke.

"Chelsea memberikan kami permainan yang luar biasa. Namun, Anda selalu senang bila bisa mencapai semifinal," kata Giggs kepada Sky Sports. "Kami berharap mereka datang untuk mencetak gol. Kami juga tahu harus mencetak gol juga agar beban kami bisa terlepas. Aku pikir kami pantas mendapatkannya (tiket semifinal). Kami bermain cukup baik dan kami menciptakan sepasang gol yang luar biasa," sambungnya
kompas.com

Chelsea Kalah Terhormat, MU Lebih Baik


Manajer Manchester United (MU) Alex Ferguson menilai Chelsea bermain luar biasa, meski akhirnya kalah 2-1 (agregat 3-1) dari timnya pada leg kedua perempat final Liga Champions di Old Trafford, Selasa (12/4/2011). Namun, menurutnya, MU tetap tim yang lebih baik.

Chelsea datang ke Old Trafford dengan bekal kekalahan 0-1 pada leg pertama. Mereka pun bermain agresif untuk mencari gol penyama kedudukan.

Namun, MU yang bermain lebih tenang malah mampu unggul lebih dulu melalui Javier "Chicharito" Hernandez pada menit ke-43.

Masalah Chelsea bertambah ketika gelandang Ramires diganjar kartu kuning kedua setelah melanggar Nani pada menit ke-69.

Meski begitu, Chelsea masih mampu memberikan perlawanan berupa gol penyama kedudukan dari Didier Drogba pada menit ke-76.

Sayang, semenit kemudian, Chelsea kembali tertinggal akibat gol Park Ji-sung dan gagal mengejar sampai peluit berbunyi panjang.

Mengacu pada statistik, Chelsea menguasai bola sebanyak 45 persen dan menciptakan empat peluang emas dari 18 kali percobaan. Adapun tuan rumah melepaskan enam tembakan akurat dari sepuluh kali usaha.

"Mereka memainkan jatah mereka dengan sangat baik. Bermain dengan sepuluh orang di babak kedua, mereka mampu mencetak gol. Jadi, untuk itu, mereka layak mendapat pujian," ujar Ferguson.

"Namun, saya pikir, kami adalah tim yang lebih baik pada pertandingan tadi. Itu adalah pertandingan yang kompetitif, tetapi tak sampai menjadi kacau," tambahnya