Minggu, 13 Maret 2011

KAI tidak akan Angkut Ribuan Supporter Sepak Bola

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa pihaknya akan membatalkan segala perjalanan kereta api (KA), khususnya kereta-kereta yang digunakan ribuan pendukung klub-klub sepak bola, yang kerap memaksa naik dan tidak membayar tiket.

"Demi faktor keamanan, kami menegaskan bahwa KAI akan membatalkan segala perjalanan, khususnya kereta-kereta yang ditumpangi sembarangan oleh ribuan pendukung klub-klub sepak bola manapun," ungkap Senior Manager Keamanan Daop I Jakarta, Achmad Sujadi kepada Media Indonesia, Minggu (13/3).

Pihaknya pun menyarankan agar ribuan suporter yang ingin menyaksikan laga klub kesayangannya untuk mencari alternatif transportasi, selain kereta api.

"Jika para supporter memaksa naik dan merusak kereta. Kami akan membatalkannya. Jadi bagi para pendukung sepak bola sebaiknya mencari alternatif transportasilainnya," tambahnya.

Salah-satunya seperti yang diterapkan di Stasiun Karawang, Jawa Barat, Sabtu lalu (12/3). Sebanyak 2.350 Supporter Persib Bandung alias viking memadati Stasiun Karawang, usai menonton laga Pelita Jaya Karawang vs Persib Bandung di Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Keseluruhan supporter yang akan pulang dengan menggunakan KA 174, Serayu, jurusan Purwakarta, terpaksa harus tertahan di stasiun, setelah PT KAI memutuskan untuk membatalkan keberangkatan KA Serayu.

"Rencananya ribuan supporter Persib tersebut akan menggunakan KA Serayu dengan keberangkatan pukul 21.45 wib. Namun, karena kondisi kapasitas kereta yang tidak memungkinkan mengangkut mereka semua dan adanya ancaman pelemparan kereta oleh warga sekitar. Demi faktor keamanan, maka kami memutuskan untuk membatalkan perjalanan tersebut. Hal-hal seperti ini, sudah jadi kebijakan dari direksi KAI," paparnya.

Akibatnya, ribuan pendukung yang datang ke Karawang melalui empat kereta secara berangsur-angsur tersebut terlantar di Stasiun. PT KAI bersama Polres Karawang, pun putar otak guna memulangkan para pendukung yang kebanyakan berasal dari Purwakarta, Sumedang, dan Bandung tersebut. Dimana, biaya transportasi dibayar penuh oleh pihak KAI.

"Pihak Stasiun pusing dibuatnya. Kami akhirnya pun akhirnya, menyediakan 18 bus untuk mengangkut mereka pulang. Dan baru bisa dituntaskan semua pukul 08.15 pagi tadi," jelasnya.

Dengan adanya pembatalan tersebut, para penumpang umum lainnya turut merugi. "Ada sekitar 200 penumpang umum yang akhirnya batal berangkat. Sikap para pendukung yang seperti ini dapat menggangu operasional kereta dan merugikan penumpang lainnya," katanya.

Ini pun bukan kali pertama, dialami pihak KAI. Keberadaan ribuan pendukung klub-klub sepak bola yang seering menggunakan sarana transportasi kereta api dalam berpergian menyaksikan laga klub kesayangannya, kerap menyebabkan permasalahan bagi PT KAI.

"Kebanyakkan mereka hanya bawa uang saku pas-pasan untuk membayar tiket stadion. Sementara, ongkos kereta dianggap gratis bagi mereka," katanya.(*/X-12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar